
Teropongindonesianews
PESAWARAN LAMPUNG – Sudah setengah bulan berjalan yang rencana 90 hari dalam rangka pencegahan Stunting di kabupaten Pesawaran.
Lewat kader – kader PKK dan posyandu sangat antusias membagikan makanan pada ibu hamil dan balita tidak terkecuali di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam termasuk desa Pekondoh kecamatan Waylima.
Firli kades pekondoh saat di mintai keterangan via WhatsApp menyampaikan ” Di desa kami juga yang rencana nya selama 90 hari kedepan sudah berjalan kurang lebih setengah bulan, ibu – ibu kader membagikan makanan pada ibu hamil dan balita supaya gizi nya baik ,ada dana untuk satu kotak bu hamil Rp 16 684 dan untuk balita Rp 12 800 , dan desa kami masak sendiri ,Alhamdulillah juga dari desa saya tambahin Susu ,ini sesuai juknis ,” terang nya.
Lebih lanjut Firli mengatakan bahwa untuk menunya, ada ikan, telur,buah dan sayur, sementara desa sekitar info nya gabung jadi satu dan sudah ada yang mengkoordinir silahkkan tanya Puskes, pungkas Firli.
Program Nasional yang Sangat Penting ini ,yang menyasar 93 anak balita dan 17 ibu hamil di 16 desa di kecamatan Waylima, dan wilayah kerja puskesmas kota dalam untuk menu yang di kelola PUSKES KOTA DALAM langsung yang di tempat kan dalam Satu kelompok .

Berbeda dengan nasi kotak yang beredar di luar desa Pekondoh, Sangat miris karna nasi kotak yg beredar rabu 13 September 2023 yang di bagikan untuk ibu hamil , hanya tempe saja ditambah seiris buah melon. Dan untuk makanan balita ada sepotong ikan nila yang tidak sesuai. Hal miris ini diduga ada oknum yang sengaja meraup keuntungan di tengah penderitaan orang lain .
Terkait menu ini, lewat WhatsApp Kupt Puskes Kota Dalam Lilis Pujiati ketika di tanya, hanya menjawab singkat bahwa itu sudah sesuai juknis .
Hal itu nampaknya kurang sesuai dengan anggaran untuk per Orang ibu hamil peruntukan biaya nya Rp 16 800 di tambah biaya masak 3160 total Rp19 844 dan makanan balita per balita Rp 12800 dan biaya masak Rp 2425 total Rp 15225
Salah satu ibu kader yang enggan di sebutkan namanya menyampaikan kepada awak media bahwa “Sebenarnya malu kita nganter nya ,kalau isi nya kayak gini ,cuma tempe se iris sama sayur ,kayak gak paham aja makanan yang bergizi ,masih cari untung juga di tengah pendertaan orang lain ,kalau tau kayak gini saya tambahin tadi di rumah “,seloroh nya.
(mas An)








