
Teropongindonesianews.com
Pringsewu, Lampung – Sekretaris Pekon (Sekon) Pandansari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Agus Sutopo, mengungkapkan kekhawatirannya terkait realisasi Dana Desa (DD) tahun 2023 tahap 1, 2, dan 3 di Pekon Pandansari. Ia menduga adanya mark up dan pekerjaan fiktif dalam penggunaan dana tersebut.
Saat ditanya soal anggaran Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang mencapai Rp 10.125.000,- (tahap 1), Rp 20.250.000,- (tahap 2), dan Rp 24.300.000,- (tahap 3), Agus Sutopo menyatakan bahwa honor Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Puskesos hanya berkisar Rp 250.000,- hingga Rp 300.000,-. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan sisa anggaran.
Terkait hal tersebut, Agus Sutopo meminta kepada media untuk mencari jalan terbaik agar situasi aman dan nyaman bagi semua pihak. “Kita cari jalan keluarnya saja, bagaimana baiknya biar sama-sama enak, aman, dan nyaman. Nanti saya sampaikan dengan kepala pekonnya,” pintanya. Namun, Kepala Pekon (Kapekon) Eko Prayoto tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi terkait hal ini pada Selasa (22/10/2023).
Beberapa proyek yang diduga di-mark up dan fiktif:
• Gedung Taman Baca Perpustakaan: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 111.304.000,- diduga di-mark up. Agus Sutopo menyatakan bahwa bangunan tersebut berada di alun-alun dan isinya merupakan bantuan dari dinas terkait.• Honor Instruktur Senam: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 2.000.000,- dan tahap 2 tahun 2024 sebesar Rp 4.000.000,- diduga hanya dianggarkan satu kali padahal seharusnya dua kali. • Anggaran Karang Taruna: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 4.340.000,- dan tahap 2 sebesar Rp 21.303.000,- direalisasikan dengan pelatihan tunggal yang menghadirkan tutor dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu. Padahal, pelatihan ini hanya diikuti 30 peserta dengan honor Rp 30.000,- per orang, sementara makan dan minum ditanggung Pekon.• Perayaan Hari Besar Agama: Anggaran tahap 2 DD tahun 2023 sebesar Rp 10.000.000,- direalisasikan dengan biaya swadaya masyarakat.• Pelatihan Kelompok Peternakan: Anggaran tahap 3 DD tahun 2023 sebesar Rp 16.530.000,- dibelikan mesin pencacah rumput.Terkait hal tersebut, media ini akan terus berupaya untuk mengkonfirmasi Kepala Pekon Eko Prayoto dan pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
• Gedung Taman Baca Perpustakaan: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 111.304.000,- diduga di-mark up. Agus Sutopo menyatakan bahwa bangunan tersebut berada di alun-alun dan isinya merupakan bantuan dari dinas terkait.
• Honor Instruktur Senam: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 2.000.000,- dan tahap 2 tahun 2024 sebesar Rp 4.000.000,- diduga hanya dianggarkan satu kali padahal seharusnya dua kali.
• Anggaran Karang Taruna: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 4.340.000,- dan tahap 2 sebesar Rp 21.303.000,- direalisasikan dengan pelatihan tunggal yang menghadirkan tutor dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu. Padahal, pelatihan ini hanya diikuti 30 peserta dengan honor Rp 30.000,- per orang, sementara makan dan minum ditanggung Pekon
• Perayaan Hari Besar Agama: Anggaran tahap 2 DD tahun 2023 sebesar Rp 10.000.000,- direalisasikan dengan biaya swadaya masyarakat.
• Pelatihan Kelompok Peternakan: Anggaran tahap 3 DD tahun 2023 sebesar Rp 16.530.000,- dibelikan mesin pencacah rumput.
Terkait hal tersebut, media ini akan terus berupaya untuk mengkonfirmasi Kepala Pekon Eko Prayoto dan pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. • Gedung Taman Baca Perpustakaan: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 111.304.000,- diduga di-mark up. Agus Sutopo menyatakan bahwa bangunan tersebut berada di alun-alun dan isinya merupakan bantuan dari dinas terkait.• Honor Instruktur Senam:
Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 2.000.000,- dan tahap 2 tahun 2024 sebesar Rp 4.000.000,- diduga hanya dianggarkan satu kali padahal seharusnya dua kali. • Anggaran Karang Taruna: Anggaran tahap 1 DD tahun 2023 sebesar Rp 4.340.000,- dan tahap 2 sebesar Rp 21.303.000,- direalisasikan dengan pelatihan tunggal yang menghadirkan tutor dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu. Padahal, pelatihan ini hanya diikuti 30 peserta dengan honor Rp 30.000,- per orang, sementara makan dan minum ditanggung Pekon.• Perayaan Hari Besar Agama: Anggaran tahap 2 DD tahun 2023 sebesar Rp 10.000.000,- direalisasikan dengan biaya swadaya masyarakat.• Pelatihan Kelompok Peternakan: Anggaran tahap 3 DD tahun 2023 sebesar Rp 16.530.000,- dibelikan mesin pencacah rumput.
Terkait hal tersebut, media ini akan terus berupaya untuk mengkonfirmasi Kepala Pekon Eko Prayoto dan pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Sadek








