
Teropongindonesianews.com – Kasus korupsi kuota haji yang tengah diselidiki KPK diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap praktik korupsi lain dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini disampaikan oleh HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang Akrab Disapa Haji Lilur, seorang tokoh masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama (NU), yang mendesak KPK untuk menuntaskan lima potensi tindak pidana korupsi (Tipikor) di sektor haji.
Haji Lilur menjabarkan lima potensi korupsi tersebut, yang ia analogikan dengan lima jenis hewan:
1. LUBER MAKOJI (Lutung Beruk Rembang Maling Kuota Haji Koruptor Satu Triliun) : Korupsi kuota haji yang telah diselidiki KPK dan diduga melibatkan kerugian negara hingga satu triliun rupiah.
2. CINGGAR MAKAJI (Kucing Garong Maling Katering Haji) : Dugaan korupsi dalam pengadaan katering haji.
3. TILUK MAPOJI (Tikus Buluk Maling Pondokan Haji) : Dugaan penyelewengan dana dan pengadaan yang tidak transparan terkait pondokan haji.
4. SIBUK MAKDAMJI (Srigala Busuk Maling Kambing Dam Haji) : Dugaan korupsi dalam pengadaan dan pengelolaan kambing untuk ibadah kurban haji.
5. KETAN MAPANJI (Kelelawar Setan Maling Alat Perlengkapan Haji) : Dugaan korupsi dalam pengadaan perlengkapan haji.
Haji Lilur mendesak KPK untuk menyelidiki kelima kasus tersebut secara tuntas dan menerapkan Pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) untuk menelusuri aliran dana hasil korupsi. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap langkah Presiden Joko Widodo dalam memberantas korupsi dan menyatakan keyakinan bahwa jutaan jamaah NU mendukung langkah KPK, bahkan jika oknum yang terlibat berasal dari PBNU atau MUI. Sahlawiy menyatakan kesiapannya untuk memimpin ribuan warga NU untuk menunjukkan dukungan langsung kepada KPK.
“Rakyat Indonesia sangat membenci koruptor dan ‘drakula negara’,” Tegas Haji Lilur ,Ia menambahkan bahwa pemberantasan korupsi merupakan kunci untuk kejayaan Indonesia, sejalan dengan komitmen Presiden dalam memberantas korupsi untuk kesejahteraan rakyat.
Haji Lilur mengakhiri pernyataannya dengan menyerukan semangat anti-korupsi, amar makruf nahi mungkar, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tentang HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy ; Beliau merupakan cicit Sayyid Ali Murtadho dan cicit Pangeran Kanduruhan Raja Sumenep. Ia dikenal sebagai warga NU yang vokal dalam menolak sikap munafik dari oknum kyai.
BiroTIN/STB








