
Teropongindonesianews.com
Pringsewu, Lampung – Pembangunan briket irigasi sepanjang 600 meter di Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, diduga kuat tidak sesuai spesifikasi. Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Suswadi, diduga menggunakan komposisi material yang berbeda dari yang direncanakan.
Berdasarkan spesifikasi yang seharusnya, perbandingan material untuk satu adukan briket irigasi adalah 1 sak semen : 2 pasir : 3 split. Namun, berdasarkan keterangan pekerja dan temuan di lapangan, Suswadi diduga menggunakan komposisi 1 sak semen : 4 pasir : 3 split. Perbedaan ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dan daya tahan bangunan irigasi tersebut.
Selain komposisi material yang dipertanyakan, kualitas split yang digunakan juga menjadi sorotan. Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, berinisial ST, membenarkan penggunaan komposisi adukan 1 sak semen : 4 pasir : 3 split. Ia menyatakan, “Kalau kami ini pekerja mas, dan kami melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Ketua Poktan Suswadi. Memang benar kami dalam pekerjaan ini memakai adukan 1 sak semen, 4 pasir dan 3 split.” ST ditemui di lokasi kegiatan pada Senin (08/09/2025).

Lebih lanjut, ST juga mengungkapkan bahwa split yang digunakan berwarna putih, mengindikasikan kualitas yang kurang baik. Hal ini semakin memperkuat dugaan penyimpangan spesifikasi dalam pembangunan briket irigasi tersebut.
Ketika dikonfirmasi di lokasi pekerjaan pada Senin (08/09/2025), Suswadi enggan memberikan keterangan dan memilih untuk bungkam. Ia tidak memberikan penjelasan terkait penggunaan komposisi material yang berbeda dari spesifikasi dan kualitas split yang digunakan.
Dugaan penyimpangan spesifikasi ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana proyek pembangunan briket irigasi di Pekon Bulurejo. Pihak terkait diharapkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan kualitas pekerjaan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Kejelasan mengenai asal usul dana dan proses pengadaan material juga perlu diusut.
Sadek







