
Teropongindonesianews.com
Situbondo, Jawa Timur – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Situbondo mengendus dugaan praktik pengerjaan asal jadi pada proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas jalan nasional Surabaya-Banyuwangi, tepatnya di KM 207.400. Temuan ini terungkap setelah tim LSM melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, yang berujung pada kekecewaan mendalam atas kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari standar.
Ketua LSM Penjara Indonesia Situbondo, Muchsin Al Fajar yang akrab disapa Fajar Gondrong, menyatakan timnya menemukan sejumlah indikasi pelanggaran dalam pengerjaan TPT tersebut. “Kami dan tim menemukan campuran olahan untuk pasangan batu yang seharusnya menggunakan campuran pasir dan semen, namun di lokasi justru dicampur dengan tanah,” ungkap Fajar dengan nada geram. “Hal ini sangat menyalahi aturan dan berpotensi mengurangi kualitas pekerjaan secara signifikan,” tegasnya.
Temuan mencengangkan ini diperkuat dengan pengakuan salah satu pekerja di lokasi. “Kami sudah menegur, namun dengan enteng salah satu pekerja mengakui kalau memang dicampur tanah agar lebih kuat,” jelas Fajar. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) pengerjaan.
Selain dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar, LSM Penjara Indonesia juga menyoroti ketiadaan papan informasi proyek yang jelas. Hal ini dinilai sebagai bentuk ketidaktransparanan dan menghambat proses pengawasan publik.

Fajar menegaskan, temuan ini mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan instansi terkait. “Kami akan terus memantau jalannya pekerjaan tersebut hingga selesai. Jika peringatan dan temuan kami tidak mendapatkan tanggapan serius, kami akan menindaklanjuti dengan melaporkan kegiatan ini secara kelembagaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BPJN maupun pihak rekanan terkait dugaan tersebut. LSM Penjara Indonesia Situbondo berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan melakukan tindakan perbaikan untuk memastikan proyek TPT tersebut dikerjakan sesuai standar dan berkualitas.
LSM Penjara Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal proyek-proyek infrastruktur di wilayah Situbondo guna memastikan penggunaan anggaran negara yang efektif dan efisien, serta mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
BiroTIN/STB








