
Teropongindonesianews.com
Pasuruan – Pembangunan irigasi di Desa Poh Gedang, Dusun Pijeng, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan dikabarkan mengalami kemunduran signifikan. Proyek yang vital bagi kebutuhan pertanian warga ini, terindikasi mangkrak tanpa adanya kejelasan penyelesaian. Pihak media, setelah melakukan konfirmasi dan investigasi, menemukan adanya indikasi “cuci tangan” dari pihak pemborong dan minimnya respons dari dinas terkait.
Berdasarkan laporan yang diterima, pembangunan irigasi di desa tersebut tak kunjung menunjukkan kemajuan. Pihak media telah berupaya mengkonfirmasi pihak pemborong terkait perkembangan proyek. Namun, alih-alih memberikan jawaban yang tidak memuaskan, pemborong justru memberikan nomor telepon pihak lain.
Ketika dihubungi oleh media, pihak yang dimaksud mengaku tidak mengetahui permasalahan pembangunan irigasi tersebut. Ia kemudian menyarankan agar media menaikkan berita, namun tetap tidak memberikan solusi konkret.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak dinas terkait. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Ketiadaan respons ini juga menimbulkan kekhawatiran akan adanya potensi permasalahan dalam pengelolaan proyek, mulai dari perencanaan hingga pengawasan.
“Kami sangat membutuhkan irigasi yang berfungsi dengan baik untuk mengairi sawah kami,” ujar salah seorang warga Desa Poh Gedang yang merasa prihatin dengan kondisi proyek irigasi tersebut. “Dengan irigasi yang baik, hasil panen kami bisa lebih maksimal.”
Pihak media akan terus berupaya mengawal perkembangan kasus ini dan meminta klarifikasi dari pihak terkait, termasuk pemborong dan dinas terkait. Masyarakat diharapkan turut memantau perkembangan dan memberikan dukungan agar pembangunan irigasi di Desa Poh Gedang dapat segera diselesaikan demi kepentingan bersama.
Coy








