
Refafi Ga: Pilkada, Hanura Tetap Utamakan Kader Sendiri
Ruteng, 4 November 2025 – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menetapkan Rikard Runggat ,anggota DPRD tiga periode, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Manggarai Timur. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh proses dan mekanisme partai dijalankan sesuai dengan aturan dan tata tertib organisasi.
Ketua DPD Partai Hanura Nusa Tenggara Timur (NTT), Refafi Ga, menegaskan bahwa pemilihan ketua di setiap tingkatan partai dilakukan secara musyawarah dan demokratis. Menurutnya, jika hanya ada satu nama yang diusulkan berdasarkan kesepakatan pengurus kabupaten, maka penetapan dilakukan mengikuti petunjuk langsung dari partai. Namun, apabila terdapat lebih dari satu calon, maka dilakukan proses penilaian atau perangkingan.
“Terpilihnya Pak Rikar sebagai Ketua Hanura Manggarai Timur tentu melalui mekanisme partai yang berlaku. Seluruh tahapan berjalan transparan dan demokratis, dan kami memberikan ruang proses selama 14 hari,” ujar Refafi Ga kepada media, Senin (4/11/2025).
Lebih lanjut, Refafi Ga menegaskan bahwa Hanura tetap memprioritaskan kader internal dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Namun, partai juga terbuka untuk berkoalisi dengan pihak lain apabila kader internal belum siap.
“Kami tetap mengutamakan kader Hanura untuk maju di Pilkada, Tapi kalau belum siap, kami siap bekerja sama dengan pihak lain,” tegas Refafi.
Sementara itu, Rikard Runggat, yang kini resmi memimpin DPC Hanura Manggarai Timur, menyatakan kesiapannya apabila partai memberikan kepercayaan untuk maju sebagai calon kepala daerah. Menurutnya, sebagai kader, sudah menjadi bagian dari tanggung jawab politik untuk siap menjalankan amanah partai kapan pun dibutuhkan.
“Sebagai kader, tentu kita harus siap manakala partai memberikan kepercayaan untuk ikut dalam perhelatan Pilkada,” kata Rikar kepada Media Via Whatsapp. Selasa, 5 November 2024.
Ia menambahkan, bahwa partai tidak pernah mewajibkan kadernya maju di Pilkada, tetapi selalu memberikan ruang luas bagi kader untuk berpartisipasi. Hal tersebut, katanya, merupakan bentuk komitmen partai dalam menghargai perjuangan kader dari tingkat bawah.
“Partai memberi ruang yang sangat luas bagi kadernya sendiri. Prioritas utama tetap diberikan kepada kader internal,” ujarnya.
Meski demikian, Rikar menekankan bahwa kesiapan maju Pilkada tidak hanya ditentukan oleh niat politik, tetapi juga kapasitas, dukungan masyarakat, dan strategi yang matang.
“Kita harus realistis. Semua bergantung pada kesiapan kader itu sendiri, baik dari segi kapasitas, elektabilitas, maupun dukungan di akar rumput,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika belum ada kader yang siap maju, partai membuka peluang bagi tokoh dari luar untuk berkoalisi atau diusung sebagai calon.
“Kalau tidak ada kader yang siap, barulah partai membuka diri kepada tokoh dari luar,” jelasnya.
Dengan pengalaman tiga periode sebagai anggota DPRD, Rikar dinilai memiliki rekam jejak politik dan jaringan kuat di tingkat daerah. Meski belum memastikan langkah politiknya di Pilkada, sinyal kesiapannya dinilai sebagai bentuk loyalitas terhadap partai dan dedikasi bagi kemajuan daerah.
“Yang terpenting, kita bekerja dan berjuang sesuai garis partai. Apapun keputusannya nanti, kita siap menjalankan,” Pungkasnya
Rikar menambahkan, Hanura Manggarai Timur memiliki banyak kader potensial yang layak diusung dalam Pilkada mendatang.
“Kader Hanura di Manggarai Timur tidak hanya saya. Ada juga Frumensius F. Anam, Ferdinandus Mazmur, Gaspar Hasan, dan Apolonaris Davianus. Semua kami adalah kader yang layak untuk maju di Pilkada Manggarai Timur,” tutup Rikar. Herman







