
Teropongindonesianews.com
Tensi panas pergelutan politik calon sekda di ujung timur Pulau Madura makin mendidih! Bursa lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep sudah masuk fase “injury time”. Setelah 6 calon kandidat terkuat berjibaku bikin makalah dan cuap-cuap di depan tim penguji di Swiss Bel Hotel Surabaya (6-7 Februari), sekarang publik sumenep lagi nahan napas nunggu siapa 3 besar yang bakal lolos.
Sampai saat ini, Panitia seleksi yang diketuai oleh Indah Wahyudi (Bos BKD Jatim) masih bungkam seribu bahasa. Nama-nama yang akan lolos masih disimpan rapat-rapat bak resep rahasia
Tapi, yang namanya politik, baunya nggak bisa disembunyikan, Pakar Komunikasi Politik sekaligus aktivis vokal, Ny.Nanik Farida, sudah melempar prediksi “pedas” yang bikin telinga para kandidat panas.
Menurut beliau, meski ada 6 orang yang bertarung, aroma kemenangan menyengat kuat di dua nama yakni Agus Dwi Saputra dan Chainur Rasyid alias H. Inung.
Agus Dwi Saputra (Si Anak Emas?) Agus dinilai punya “kartu as” yang kuat. Bukan cuma soal koneksi, tapi jam terbangnya di birokrasi nggak main-main. Dia pernah megang kendali di tiga dinas strategis: Diskopindag, Dinas Pendidikan, sampai DPMD. Ibarat pemain bola, Agus ini playmaker yang sudah hafal lapangan.
H. Inung (Kuda Hitam yang Mengancam) Jangan remehkan Inung! Dia membayangi Agus dengan rekam jejak yang sama menterengnya. Pernah jadi bos di Dinas Pengairan, Diskopindag, hingga Ketahanan Pangan. Inung punya potensi jadi “Kuda Hitam” yang siap nyalip Agus di tikungan terakhir kalau ada celah sedikit saja.
Nanik Farida mengingatkan, tes kompetensi (SKJ) berdasarkan PermenPAN RB No.15/2019 itu memang wajib. Tapi, jangan naif! Jabatan Sekda itu posisi “Tangan Kanan” Bupati.
“Sekda itu motor penggerak. Mau Bupati punya mimpi setinggi langit, kalau Sekdanya nggak nyambung alias nggak satu frekuensi, ya wassalam. Program cuma jadi kertas doang,” cetus Nanik dengan gaya khasnya.
Bupati Sumenep butuh sosok yang bisa menerjemahkan visi gila-gilaannya soal investasi dan UMKM (yang sempat tembus Rp2 triliun itu) ke dalam aksi nyata. Pertanyaannya sekarang: Siapa yang paling “senyawa” dengan visi Bupati?
Apakah Agus bakal melenggang mulus ke kursi nomor satu birokrasi Sumenep? Atau justru Inung yang bikin kejutan. Rhmn








