
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Proyek peningkatan jalan hotmix ruas Kp. Timur – Kp. Dami di Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menjadi sorotan tajam warga. Proyek senilai Rp 276.048.076,00 yang dikerjakan oleh CV. BALURAN PERMAI di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Bidang Bina Marga Kabupaten Situbondo, dituding dikerjakan asal jadi dan memiliki kualitas yang sangat buruk. Kecaman ini muncul hanya selang beberapa waktu setelah pekerjaan rampung, memperlihatkan tanda-tanda kerusakan yang mengkhawatirkan.
Kekecewaan warga memuncak saat menyaksikan kondisi jalan yang baru selesai dihotmix tersebut. Hepi, warga asli Situbondo yang turun langsung ke lokasi, mengungkapkan rasa terkejut dan kecewanya. “Baru selesai dikerjakan, sudah banyak retakan di mana-mana. Bahkan, lapisan dasar hotmix sudah terlihat dan mengelupas. Ini bukti nyata pekerjaan tidak sesuai standar teknis,” tegas Hepi.
Hepi menduga bahwa buruknya kualitas proyek ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari Dinas PUPP Bidang Bina Marga. Ia menilai, proyek yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat justru berpotensi merugikan negara dan membahayakan pengguna jalan.
Kondisi proyek yang dinilai bobrok ini memicu desakan keras dari masyarakat. Hepi menuntut agar Dinas PUPP segera turun tangan melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan CV. BALURAN PERMAI. “Kami mendesak Dinas segera bertindak. Kami juga berharap Bapak Bupati Situbondo turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung betapa buruknya kualitas pekerjaan ini,” tegasnya.
Hepi memperkirakan kerugian negara akibat proyek ini mencapai sekitar Rp 46.200.000. Ia Meminta agar proyek hotmix ini segera dilakukan pengerjaan ulang sesuai standar. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, Hepi memastikan akan melaporkan kasus ini kepada instansi terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH).
Warga Situbondo berharap proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini benar-benar memberikan hasil yang berkualitas dan tahan lama, bukan hanya proyek “asal jadi” yang menghamburkan anggaran. Sebagai bukti ketidakpuasan, warga telah mendokumentasikan kondisi proyek dalam bentuk video yang berpotensi menjadi bukti kuat dalam upaya penegakan hukum. Ketegasan sikap warga menunjukkan keseriusan mereka dalam mengawal penggunaan anggaran daerah dan memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BiroTIN/STB






