
Teropongindonesianews.com
Gresik, Jawa Timur – Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali menghantui warga Pulau Bawean, Gresik. Kelangkaan yang berkepanjangan ini, yang terutama memukul para nelayan dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM bersubsidi, telah memicu gelombang protes dan desakan terhadap pihak berwenang. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura tampil terdepan dalam menyuarakan keresahan warga, menuntut tindakan tegas untuk mengusut tuntas permasalahan ini.
Keresahan warga semakin memuncak karena kelangkaan ini dinilai sangat ganjil. Pasalnya, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Pulau Bawean telah menerima dua kali pasokan Pertalite dalam jumlah yang tergolong signifikan. Data yang dirilis oleh LSM GMBI KSM Sangkapura mengungkap detail distribusi yang mencurigakan:
• Pasokan Pertama (16 Oktober 2025) : Kapal MT Ferimas Sejahtera mengirimkan total 352 kiloliter (KL) Pertalite. Distribusi terbagi: 152 KL untuk APMS 01 dan 200 KL untuk SPBU 39K.
• Pasokan Kedua (5 November 2025) : Tambahan pasokan tiba dengan rincian: 24 KL untuk APMS 01 dan 96 KL untuk SPBU 39K.
Meskipun pasokan terpantau masuk secara rutin, realita di lapangan justru menunjukkan kesulitan warga mendapatkan Pertalite. Hal ini memicu kecurigaan kuat akan adanya praktik penyelewengan dalam distribusi dan penyaluran BBM bersubsidi. Dugaan penimbunan ilegal, permainan harga, dan penyalahgunaan kuota BBM menjadi fokus utama dalam kecurigaan masyarakat.
Menanggapi situasi yang semakin memburuk, LSM GMBI KSM Sangkapura bersama elemen masyarakat Bawean mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangkapura untuk segera mengambil tindakan konkret. Mereka menuntut inspeksi mendalam terhadap para pengepul dan distributor minyak di Bawean. Tujuan utama adalah untuk memastikan tidak ada praktik curang yang merugikan masyarakat, termasuk penimbunan, spekulasi harga, dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami menegaskan, krisis ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Demi kepentingan rakyat, kami mendesak Forkopimcam untuk bertindak tegas dan transparan. Tidak ada toleransi bagi mereka yang bermain-main dengan hajat hidup orang banyak,” tegas Junaidi, perwakilan dari LSM GMBI KSM Sangkapura.
Warga Bawean berharap pemerintah dan pihak terkait segera merespons desakan ini dengan mengambil langkah-langkah nyata. Mereka mendesak agar distribusi Pertalite dapat dinormalkan kembali secepatnya. Hal ini krusial untuk mengamankan roda perekonomian dan aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat Bawean, yang saat ini terancam lumpuh akibat krisis BBM yang tak kunjung usai. Desakan investigasi mendalam dan tindakan tegas menjadi kunci untuk mengakhiri penderitaan warga dan memastikan keadilan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
RED







