
Teropongindonessianwws.com
NTT, 21 November 2025– Salah satu kelompok Tani di Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, kembali merasakan dampak positif dari bantuan bibit yang disalurkan oleh Ibu Jane Natalia Suriyanto. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong semangat petani lokal agar lebih mandiri serta mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Baru-baru ini, salah satu kelompok tani yang pernah menerima bantuan bibit sayur menghubungi Ibu Jane untuk menyampaikan kabar gembira. Bibit yang diberikan sebelumnya telah berhasil tumbuh subur dan kini memasuki masa panen.
“Kami sangat bersyukur karena bantuan ibu sudah membuahkan hasil. Sayur kami sudah panen,” ujar salah satu perwakilan petani dalam video yang diterima media ini. Rabu, 19 November 2025.
Lebih lanjut ia menyampaikan,kalau hasil panen tersebut tidak hanya menambah pendapatan bagi mereka, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan. Para petani pun menyampaikan bahwa, hasil yang diperoleh mampu menjadi sumber konsumsi keluarga sekaligus komoditas yang bernilai jual.
“Ini sangat membantu kami untuk kebutuhan sehari-hari dan menambah pemasukan,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan bantuan yang diterima, para petani Desa Netpala menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Jane atas bibit dan pupuknya. Tuhan memberkati. Syalom,” ungkap mereka. Ucapan tersebut menjadi penegas bahwa bantuan kecil dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Melihat petani panen hasil, Ibu Jane Natalia Suriyanto menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap petani merupakan bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
“Saya sangat senang mendengar mereka sudah panen. Semoga hasil ini terus mendorong kemandirian dan ketahanan pangan di desa,” tuturnya.
Ia juga berharap agar keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi kelompok tani lain untuk lebih aktif mengembangkan potensi pertanian di daerah masing-masing. Menurutnya, kerja keras petani adalah faktor utama yang membuat bantuan tersebut berhasil.
“Benih hanya awal, tapi kerja keras para petani lah yang membuat ini semua terwujud,” tambah Ibu Jane.
Susilo Hermanus








