
Teropongindonesianews.com
Sumenep – Sorotan tajam semakin kencang dari masyarakat terhadap pemerintah desa Kerta Barat Kecamatan Dasuk khususnya Kepala Desa Kerta Barat yakni Kholis Syamsul Arifin, yang mana sampai saat ini belum merespon terhadap pemberitaan yang sudah jadi konsumsi publik luas.
Dugaan adanya anggaran yang tidak wajar terhadap pengelolaan anggaran sistem informasi desa atau SID yang bersumber dari Dana Desa, anggaran yang diduga sarat dengan kejanggalan tersebut menuai kecaman keras dari para aktivis yang gencar menyoroti persoalan yang terjadi di Kepemerintahan Kabupaten Sumenep.
Sampai saat ini baik dari pemerintah desa ataupun kepala desa Kerta Barat belum ada respon atau tanggapan dari semua pemberitaan yang menjadi konsumsi liar untuk publik luas.
Amir aktivis muda sumenep yang sebelumnya gencar menanggapi dugaan adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran tersebut, mengecam keras dengan sikap bungkam yang di ambil oleh pemerintah desa ataupun kepala desa Kerta Barat.
“ Ini seperti dibiarkan menjadi bola liar di masyarakat dan publik luas oleh pemerintah setempat, jika dibiarkan dengan sikap bungkamnya ini, warga dan masyarakat pasti akan bertanya-tanya dengan kinerja para pemimpinnya itu, ”Jelasnya.
Salah satu warga yang tak bisa diungkapkan identitasnya menyatakan bahwa mereka merasa seperti terbungkam dengan informasi di desanya, dan mereka ingin pemerintah terkait untuk memberikan penjelasan terkait anggaran yang sudah di salurkan tersebut.
“ Saya ingin tahu kemana anggaran tersebut disalurkan, dengan anggaran yang besar itu apakah benar penerapannya atau hanya menjadi sebuah angka nominal saja, ” Kecamnya.
Tim media Teropong Indonesia News terus membuka ruang luas untuk konfirmasi dari pihak pemerintah desa ataupun kepala desa Kerta Barat, yang mana sampai berita ini terbit belum ada respon dari pemerintah ataupun dari pihak kepala desa meski sudah dihubungi melalui pesan media wahtsapp. Rhmn






