
Teropongindonesianews.com
SUMENEP — Bocornya informasi terkait pengadaan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep yang diduga sarat penyimpangan dan tidak pernah benar-benar melibatkan UMKM lokal, membuat pimpinan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) disebut-sebut mulai kelimpungan.
Dalam beberapa hari terakhir, pejabat tersebut justru terlihat sibuk membangun citra melalui berbagai pemberitaan dan kegiatan blusukan, bahkan dilakukan di luar jam kerja.
Aktivitas itu dinilai publik sebagai upaya membentuk opini untuk meredam kritik yang kian menguat.
Sejumlah pihak menilai manuver tersebut tak lebih dari upaya menutupi “aroma busuk” yang mulai tercium luas, dengan membangun narasi seolah-olah dirinya hadir sebagai penyelamat UMKM lokal.
“Gara-gara isu seragam ASN makin ramai, Moh. Ramli, sibuk cari panggung pencitraan,” ujar Asmuni, Aktivis Muda Sumenep, Sabtu (24/1/26).
Menurutnya, sekuat apa pun pencitraan dibangun, tidak akan mampu menutupi persoalan utama yang kini dipertanyakan publik.
“Ayolah buka datanya secara transparan soal seragam ASN itu. Jangan cuma pencitraan ke sana kemari. Audiensi sudah dilakukan teman-teman, tapi data juga enggan diberikan. Takut kenapa?” sindirnya.
Lebih jauh, Asmuni, menilai kebocoran informasi terkait dugaan permainan dalam proyek seragam ASN membuat para pihak-pihak yang terlibat mulai panik.
Pasalnya, selain memalukan karena diduga mengambil batik dari luar daerah, hal tersebut juga dinilai mencederai visi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Padahal, kebijakan seragam ASN sejak awal dipromosikan sebagai bagian dari visi besar bupati untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mengangkat perekonomian pengrajin lokal.
Bahkan secara regulasi, program ini telah memiliki payung hukum yang jelas, yakni Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep Nomor 67 Tahun 2025 tentang Busana Budaya Keraton dan Busana Khas Sumenep.
Namun dalam praktiknya, visi tersebut kini dipertanyakan karena implementasi di lapangan justru diduga menjauh dari semangat pemberdayaan UMKM lokal.. Rhmn








