
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – GP Sakera secara resmi melayangkan laporan dugaan penyimpangan proyek infrastruktur ke Inspektorat Kabupaten Situbondo, Kamis (29/1/2026). Laporan ini membidik pekerjaan pengaspalan hotmix jenis AC-WC yang dilaksanakan oleh CV Mashur Jaya.
Ketua GP Sakera, Ali Mustafa, melalui Direktur Eksekutif Sagiman, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan dana publik.
Tak main-main, surat laporan tersebut juga ditembuskan langsung kepada Bupati Situbondo, Kapolres, Kejaksaan Negeri, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (DPUPP) setempat.
Laporan GP Sakera berfokus pada proyek pengaspalan sepanjang 158 meter yang didanai oleh APBD Tahun Anggaran 2025. Dengan nilai kontrak fantastis mencapai lebih dari Rp270 juta, GP Sakera menemukan adanya ketidakseimbangan yang mencolok.
”Kami menilai besaran anggaran tersebut sangat tidak sebanding dengan volume pekerjaan di lapangan. Ada indikasi ketidakwajaran yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Sagiman.
Poin Utama Pelaporan:
• Anomali Anggaran: Nilai proyek dianggap terlalu tinggi untuk volume jalan yang hanya berkisar 158 meter.
• Kualitas Diragukan: Hasil pekerjaan aspal AC-WC di lapangan dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan, sehingga berpotensi merugikan Negara
• Lemahnya Pengawasan: GP Sakera mendesak adanya evaluasi total terhadap Bidang Bina Marga DPUPP Situbondo selaku instansi pengawas.
GP Sakera mendesak Inspektorat dan DPUPP Kabupaten Situbondo untuk bergerak cepat melakukan audit investigatif secara profesional dan objektif. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD dikelola sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
”Kami tidak ingin anggaran publik hanya menjadi bancakan tanpa kualitas fisik yang memadai. Akuntabilitas adalah harga mati,” pungkas pihak GP Sakera.
BiroTIN/STB








