Oplus_131072
Teropongindonesianews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung terus tancap gas dalam mengoptimalkan sektor pajak demi menjamin keberlangsungan pembangunan. Langkah ini dipertegas melalui kehadiran Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelola Pendapatan Daerah se-Jawa Barat di P3DW Kabupaten Cianjur, baru-baru ini.
Mengusung tema besar “Pendapatan Berdaya, Pembangunan Bermakna, Jabar Istimewa,” pertemuan ini menjadi ajang krusial bagi 27 pemerintah kabupaten/kota untuk menyatukan frekuensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengejar kemandirian fiskal.
Dalam forum tersebut, Erwan Kusuma Hermawan menekankan bahwa sinergi antarwilayah adalah kunci utama agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya besar secara angka, tetapi juga efektif secara dampak.
”Kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah yang dikelola menjadi modal berharga bagi pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Erwan.
Ia menambahkan bahwa kemandirian fiskal daerah tidak mungkin dicapai jika tiap wilayah bekerja sendiri-sendiri (parsial). Diperlukan integrasi yang kuat untuk menutup celah kebocoran potensi pendapatan.
Rakor ini merumuskan tiga poin utama yang akan segera diimplementasikan oleh Bapenda di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung:
• Integrasi Data Terpadu: Sinkronisasi basis data wajib pajak antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menciptakan satu data pendapatan yang akurat dan transparan.
• Akselerasi Digitalisasi Layanan: Pengembangan inovasi platform digital bersama guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak secara real-time.
• Output Pembangunan Berbasis Kinerja: Memastikan distribusi hasil pendapatan dialokasikan secara presisi untuk program unggulan di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Kehadiran aktif Bapenda Kabupaten Bandung dalam Rakor ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung visi Jabar Juara. Dengan tata kelola keuangan yang akuntabel dan kolaboratif, Kabupaten Bandung optimistis dapat melakukan akselerasi pembangunan yang lebih masif dan tepat sasaran bagi warganya.
Raja









