
Teropongindonesianews.com
Sumenep – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas dan komposisi makanan yang disediakan oleh Dapur Mahasel Ellak Daya. Keluhan tersebut muncul setelah anak-anak mengonsumsi makanan di sekolah pada Kamis (12/2/2026).
Kualitas Gizi dan Nilai Anggaran Dipertanyakan
Para orang tua menilai menu yang diberikan pada hari itu terlalu sederhana dan tidak sesuai dengan standar “bergizi” yang menjadi tujuan program. Menurut mereka, isi makanan hanya terdiri dari nasi dengan lauk terbatas dan porsi sayuran yang sangat minim.
“Kalau melihat isinya seperti ini, rasanya sulit disebut menu bergizi lengkap. Menu MBG hari ini… seriusnya, apakah sampai seharga Rp10 ribu? Apakah sudah memenuhi standar gizi yang diharapkan?” ujar salah satu wali murid yang enggan menyebutkan nama.
Sorotan semakin menguat ketika membahas nilai anggaran per porsi. “Kalau memang nilainya sampai Rp10 ribu per porsi, kami ingin tahu rincian penggunaannya. Soalnya kalau dilihat dari menunya, menurut kami tidak sampai segitu,” kata salah satu orang tua lainnya.
Sebagian wali murid juga menyampaikan kekecewaan dengan nada yang lebih tegas. “Kami tidak menuntut makanan yang mewah. Tapi karena disebutkan sebagai makan bergizi, minimal harus ada protein yang cukup dan sayuran dengan porsi layak. Jangan sampai anak-anak hanya kenyang secara fisik, tapi gizinya tidak terpenuhi,” jelasnya.
Harapan Terhadap Pengelola
Para wali murid berharap pihak pengelola dapat memberikan penjelasan terbuka terkait standar harga per porsi serta komposisi gizi yang menjadi acuan dalam penyusunan menu MBG.
“Kalau memang anggarannya di bawah Rp10 ribu, silakan sampaikan secara transparan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan asumsi yang tidak perlu di kalangan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan wali murid.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dapur Mahasel Ellak Daya belum memberikan pernyataan resmi terkait rincian biaya maupun standar menu yang diterapkan.
Redaksi TeropongIndonesiaNews membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi sesuai ketentuan kode etik jurnalistik. Kritik yang muncul dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan utama: meningkatkan kualitas gizi anak-anak, bukan sekadar memberikan makanan secara rutin. Rhmn








