
Tetopongindonesuanews.com
BENGKULU UTARA – Proyek revitalisasi sarana pendidikan di SDN 065 Bengkulu Utara yang berlokasi di Kecamatan Napal Putih menuai kritik tajam. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran fantastis senilai lebih dari Satu Milyar tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan terkesan asal jadi.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Selasa (17/02/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan pada fisik bangunan yang “belum seumur jagung” tersebut. Salah satu temuan yang paling mencolok adalah penggunaan material lama pada bagian kusen jendela yang diduga tidak diganti dengan material baru, melainkan hanya dipoles kembali.
Kondisi bangunan saat ini sudah menunjukkan kerusakan di beberapa titik, termasuk keretakan pada dinding beton. Muncul dugaan kuat adanya pengurangan volume material, seperti komposisi semen yang tidak sesuai standar, sehingga mengakibatkan kualitas bangunan rendah.
“Pembangunan revitalisasi sekolah ini seharusnya menjadi prioritas kualitas, mengingat anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto sangat besar untuk menunjang pendidikan di daerah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan ini tidak mengikuti Juklak dan Juknis yang ada,” ujar salah satu anggota tim media yang melakukan investigasi di lokasi.

Kekecewaan warga semakin mendalam mengingat SDN 065 merupakan salah satu sekolah yang beruntung mendapatkan bantuan renovasi besar, sementara masih ada sekolah lain di wilayah Kembung Raya yang juga membutuhkan perhatian serupa namun belum tersentuh bantuan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Sekolah SDN 065 Bengkulu Utara guna mengklarifikasi mengenai pengawasan proyek dan realisasi anggaran tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah enggan memberikan jawaban. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp pun tidak mendapatkan respons (bungkam).
Masyarakat dan pengamat kebijakan publik setempat berharap pihak Dinas Pendidikan Bengkulu Utara serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek tersebut.
Hal ini penting guna memastikan uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan, bukan menjadi ajang mencari keuntungan pribadi atau kelompok dengan mengurangi kualitas bangunan.
Tarmizi








