Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
Ragam Bisnis – Pertemuan silaturrahmi penuh makna antara HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab dikenal sebagai Gus Lilur – pengusaha terkenal asal Situbondo – dengan figur pionir ekspor rokok Madura telah melahirkan kerja sama bisnis yang diharapkan akan mengangkat potensi industri rokok lokal ke kancah global. Pertemuan ini diinisiasi setelah Gus Lilur berbagi tantangan yang dihadapi dalam proses ekspor rokok, yang kemudian diperkenalkannya dengan pelopor ekspor tersebut melalui pejabat Bea Cukai.
Sang pionir, yang tidak ingin namanya dipublikasikan, berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan memiliki hubungan erat dengan Madura melalui istri yang berasal dari Sumenep. Saat ini ia menetap di Pamekasan dan mengelola pabrik rokok di dua kabupaten di Madura, yaitu Sumenep dan Pamekasan. Ia menjadi orang pertama dan satu-satunya pengusaha rokok Madura yang melakukan ekspor secara legal ke berbagai negara di Asia dan Eropa.
Selama pertemuan yang hangat tersebut, Gus Lilur mendapatkan pemahaman mendalam mengenai seluruh aspek bisnis rokok – mulai dari seleksi kualitas tembakau, formulasi saus rokok yang khas, operasional pabrik yang sesuai standar, hingga tahapan ekspor yang memenuhi ketentuan peraturan. Salah satu merek andalan yang telah merambah pasar domestik Indonesia serta diekspor ke luar negeri adalah EXODUS.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Lilur mengutarakan visi ambisiusnya: menjadi pengusaha rokok terbesar di kawasan Asia, bukan hanya sebatas di Indonesia. Menurut sang pionir, meskipun saat ini banyak pabrik rokok yang beroperasi di Madura, sebagian besar masih hanya menjangkau pasar lokal atau daerah sekitar, dengan sedikit yang mampu merambah pasar nasional, apalagi memasuki pasar ekspor internasional.
Sang pelopor bahkan menyatakan terkejut ketika mengetahui bahwa jaringan pemasaran rokok yang telah dibangun Gus Lilur telah menjangkau 9 negara di kawasan Asia. Mengenali potensi saling melengkapi antara pengalaman ekspor sang pionir dengan jaringan pasar Gus Lilur, kedua pihak akhirnya menyepakati perjanjian kerja sama bisnis yang bertujuan untuk mengembangkan jangkauan pasar lebih luas lagi , Diskusi yang berlangsung di kediaman sang pionir di Pamekasan berjalan intensif hingga pukul 23.55 WIB.
BiroTIN/STB








