Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
BENGKULU UTARA (03/03/2026) – Pelaksanaan proyek revitalisasi di SMP Negeri 65 Bengkulu Utara kini tengah menjadi sorotan publik. Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga, muncul dugaan kuat adanya praktik “kongkalikong” serta rendahnya pengawasan dalam proyek yang didanai oleh Kementerian Pendidikan melalui skema swakelola tersebut.

Sejumlah temuan di lokasi menunjukkan indikasi pengerjaan yang tidak sesuai standar spesifikasi teknis (bestek). Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain:
• Kualitas Material: Diduga kuat terjadi pengurangan takaran semen pada campuran material bangunan, yang berpotensi mengurangi daya tahan dan usia fisik bangunan.
• Kerusakan Dini: Fasilitas vital seperti tempat cuci tangan bagi siswa dan guru ditemukan dalam kondisi bocor, meski pembangunan baru saja atau sedang berjalan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pengerjaan dilakukan “asal jadi”.
• Minim Pengawasan: Proyek revitalisasi yang seharusnya dikawal ketat secara swakelola ini dinilai kurang mendapatkan pengawasan fungsional, sehingga memicu spekulasi adanya penyimpangan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 65 Bengkulu Utara selaku penanggung jawab anggaran swakelola belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat WhatsApp tidak mendapatkan respons, meskipun pesan dinyatakan terkirim.
SMP Negeri 65 Bengkulu Utara adalah institusi pendidikan menengah yang saat ini sedang menerima bantuan Dana Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah melalui sistem swakelola.
Tarmizi







