
MASYARAKAT MENGGELAR GOTONG ROYONG SEMENTARA, MENUNGGU TINJAUAN DAN PERBAIKAN DARI PEMKAB
PASURUAN – Hujan deras yang melanda Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada dini hari Rabu (25/3/2026) telah menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan yang sangat serius, mengakibatkan akses bagi warga di Dusun Beji terhenti total untuk kendaraan roda empat.
Arus air deras yang tak terkendali menggerus dan mengangkat susunan paving jalan, meninggalkan tiga titik kerusakan berat dengan lubang yang dalam. Salah satu titik berada di pertigaan RT 05 RW 03, namun kerusakan paling parah terjadi di Jalan Tompo Truno – yang berfungsi sebagai akses utama keluar-masuk dusun dari sisi barat – di mana badan jalan sebagian besar ambles dan tertutup material paving yang berserakan.
Selain kerusakan jalan, pagar rumah milik warga di RT 04 RW 03 juga roboh tertimpa arus air. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga setempat telah secara mandiri memasang pembatas sederhana untuk mencegah terjadinya kecelakaan, dan saat ini hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua dengan tingkat hati-hati yang sangat tinggi.
Berdasarkan observasi dan analisis awal dari Tokoh lokal serta Aktivis LSM Teropong terdapat beberapa faktor yang diprediksi menjadi penyebab kerusakan jalan yang parah ini :
– Sistem drainase yang tidak memadai – Saluran pembuangan air di sepanjang jalan sudah lama tidak dibersihkan dan sebagian terhalang sampah maupun tanah longsor, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan malah menggenang serta menggerus dasar jalan.
– Kualitas konstruksi dan pemeliharaan yang kurang optimal – Jalan paving yang sudah berusia cukup lama belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh, sehingga struktur dasarnya telah melemah dan tidak mampu menahan tekanan arus air yang kuat.
– Perubahan aliran air akibat aktivitas sekitar – Pembukaan lahan serta pembangunan struktur bangunan di wilayah sekitar jalan menyebabkan aliran air hujan berubah arah dan terkonsentrasi pada bagian jalan yang tidak dirancang untuk menampung debit besar air.
– Debit air yang melebihi kapasitas – Hujan yang turun secara intensif dalam waktu singkat menghasilkan debit air yang jauh melampaui kemampuan jalan dan saluran drainase untuk menampungnya, sehingga menyebabkan erosi yang parah.
Kondisi jalan yang lumpuh ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan sektor ekonomi masyarakat, seperti distribusi barang dagangan, akses ke tempat kerja, serta perjalanan sekolah anak-anak. Melihat urgensi masalah ini, masyarakat telah bergotong royong membersihkan lumpur yang menumpuk dan melakukan perbaikan sementara dengan fasilitas seadanya, meskipun tidak dapat menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
“Kami sebagai perwakilan masyarakat (atau pihak yang menyampaikan laporan ini) dengan sungguh-sungguh mengharapkan pihak Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dapat segera melakukan tinjauan lapangan dan mengambil langkah konkrit untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh. Selain itu, kami juga mengajukan agar diperhatikan upaya pencegahan lebih lanjut, seperti pembenahan sistem drainase, evaluasi ulang struktur jalan, dan pengaturan aliran air di sekitar wilayah tersebut, untuk mencegah terulangnya kerusakan serupa akibat hujan dan banjir di masa depan”, Ujar Beberapa Tokoh Lokal yang sempat memberikan penjelasan pada Tim Media Teropong Indonesia News.
Irawan – Kabiro







