
Teropong Indonesia News
Komunitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Panti Santa Dymphna Maumere, Rabu 15 April 2026 mengawali peringatan pesta pelindunga panti: Santa Dymphna dengan Apel Pembukaan dan Pengguntingan Pita. Berbagai kegiatan perlombaan dan pertandingan antar klien ODGJ telah dirancang oleh panitia dan akan digelar selama sebulan ke depan terhitung dari 15 April hingga puncaknya, 15 Mei 2026 (Pesta Santa Dymphna).

Koordinator Program, Dionisius Ngeta selaku Pembina Upacara menekankan beberapa aspek aspek penting dari Spritualitas Santa Dymphna yang dipilih CIJ sebagai pelindung panti. “Spiritualitas Santa Dymphna berpusat pada beberapa aspek penting ini, yakni keberanian mempertahankan iman, kemurnian hati dan kasih tanpa syarat kepada difabel mental/sakit jiwa”, demikian Koordinator Program dalam sambutannya.

“Sebagai martir abad ke-7, yang lari dari kekejaman ayahnya yang paganis itu, Santa Dymphna adalah symbol pengharapan, perlindungan dan penyembuhan bagi mereka yang mengalami sakit jiwa. Hidup iman Santa Dymphna menginspirasi tradisi merawat penderita gangguan jiwa dengan kasih sayang, bahkan di Geel Belgia, di mana penduduk setempat menerima penderita sakit jiwa sebagai bagian dari komunitas mereka”, lanjut Koordinator program yang sudah 22 tahun bekerja di Panti Santa Dymphna Yayasan Bina Daya Santo Vinsensius (YASBIDA).

Sebagai konsekwensi pilihan pekerjaan/pelayanan, menghayati dan mengamalkan spiritualitas Santa Dympha, pelindung panti merupakan sebuah keniscayaan. “Menghayati dan mengamalkan spirtiualitas Santa Dymphna dalam seluruh kerja-kerja pelayanan dan rehabilitasi terhadap penyandang disabilitas, ODGJ di panti ini adalah sebuah keniscayaan. Ini adalah konsekuensi dari pilihan pekerjaan dan pelanan kita. Hanya dengan itu kerja-kerja pelayanan kita akan lebih berdayaguna bagi mereka dan Visi Lembaga ini akan tercapai, yakni terciptanya pelayanan pastoral dan rehabilitasi yang professional, religius dan berkualitasi di atas dasar belas kasih. Dan lebih dari itu, kita telah menunjukkan kualitas iman kita akan Tuhan yang ada dan hadir dalam diri mereka. Segala sesuatu yang kamu lakukan terhadap saudara-Ku yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku (Mat, 25: 40)”, tegasnya sebelum akhiri sambutannya dilanjutkan dengan pengguntingan pita.
Pimpinan panti, Sr. Lucia, CIJ dalam sambutannya menegaskan tentang keberadaan Panti. Bahwa Panti Santa Dymphna Yayasan Bina Daya St. Vinsensius ada karena penyelenggaraan Allah. “Panti ini ada berkat penyelenggaraan Allah. Dialah yang memungkinkan semuanya ini. Tanpa Tuhan kita bukan siapa-siapa dan kita tidak ada apa-apanya”, demikian Sr. Lucia, CIJ yang sudah 20-an tahun mengabdi di Panti Santa Dymphna.
Karena itu Syukur dan pujian atas penyelengaraan itu layak dihaturkan. “Karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini kita haturkan puji-syukur kepada Tuhan atas penyelengaraan-Nya sehingga panti ini tetap kokoh berdiri dan melakukan pelayanan sampai hari ini. Kita juga berterima kasih kepada para pemerhati, para donator panti yang selalu setia membantu panti ini. Mereka adalah tangan-tangan kasih Tuhan yang membuat panti ini dan kita semua tetap ada di sini dan melayani para difabel mental hingga saat ini”, demikian Sr. Lucia, CIJ yang juga adalah salah satu pengurus Yayasan.
Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ juga terharu ketika berbicara tentang klien ODGJ yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarga bahkan orangtua/walinya sendiri. “Ada banyak klien yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun tidak dikunjungi keluarga. Mereka kurang bahkan tidak mendapatkan dukungan dan perhatian dari keluarga. Banyak pasien yang diri dan namanya pun tidak ia kena. Ada 40-an klien yang tidak bisa mandiri saat makan, harus disuap. Tapi kita semua, para perawat, tenaga psikologi melayani mereka dangan penuh tanggungjawab dan hati tulus-ikhlas,” demikian Sr. Lucia, CIJ dengan nada haru dan meneteskan air mata.
Dalam sambutannya, ketua Panitia, Alfridus Aprilianus Moa, S. Psi (Alfred) menyampaikan tujuan diselengarakan kegiatan antara lain: Pertama, sebagai ucapan Syukur dan terima kasih dan metode terapi kongnitif dan perilaku motorik bagi kelien. Kedua, sebagai metode terapi lanjutan; membimbing dan belajar mengenal kondisi kognitif dan motorik klien serta mampu memahami pitensi diri mereka. Ketiga, meningkatkan semangat kooperatif dan solidaritas antar klien dalam tim melalui berbagai perlombaan yang diselenggarakan.
Karena itu Panitia mempersiapkan berbagai jenis perlombaan/pertandingan (15) antar kelompok klien yang telah terbagi menjadi empat (4) kelompok/tim yakni Kelompok Santa Dymphna, Kelompok St. Vinsensius, Kelompok, P. Henrikus Leven, SVD dan Kelompok P. Engelbertus Khunne, SVD.
Ada 15 Pertandingan/perlombaan yang siap digelar mulai 15 April – 15 Mei 2026. Perlombaan-perlombaan tersebut antara lain Lomba Giring Bola Hula Hoop, Bola Voley, Futsal, Piramid Berseret, Dulang Air, Tusuk Balon, Masukan Pensil dalam Botol, Bola Bowling, Pimpong Koran Estafet, Girim bola berkelompok, Balap Karung Helm, Giring bola dengan terung, Isi air dalam gelas, Goyang bola kardus dan Lempar bola kardus.
Pak Alfred, Putra Nita, lulusan Universitas Nusa Nipa program Studi Psikologi dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa Pimpinan Panti Sr. Lucia, CIJ sungguh-sungguh menanggapi pesan Pendiri CIJ, Mgr. Henricus Leven, SVD yakni “Orang kecil harus ada padamu”, dengan membangun Panti Santa Dymphna. Sehingga orang-orang kecil, kaum difabel mental dapat diasuh dengan cinta.
Apel pembukaan diakhiri dengan menyanyikan sama-sama Mars Santa Dymphna, dimotori oleh para perawat/tenaga psikologi. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan Bola Voley yang mempertemukan kelompok Santa Dymphna VS Kelompok St. Vinsesnsius. Pertandingan yang sangat seru tersebut dimenangkan oleh Tim St. Vinsensius dua set langsung. Bosko







