Skip to content
April 23, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2026
  • April
  • 23
  • Menuju Muktamar NU ke-35: Mengembalikan Khitmah, Menegakkan Integritas
  • Uncategorized

Menuju Muktamar NU ke-35: Mengembalikan Khitmah, Menegakkan Integritas

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026 4 minutes read
IMG-20260423-WA0003

Oleh: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Warga NU Kyai Kampung

Teropongindonesianews.com – Nahdlatul Ulama (NU) bersiap menyambut Muktamar ke-35 yang akan digelar pada Juli–Agustus 2026. Agenda besar ini akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April mendatang. Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menyebut momen ini sebagai kesempatan emas untuk “membuka lembaran baru” bagi perjalanan organisasi.

Namun, lembaran baru hanya akan bermakna jika ditulis dengan nilai-nilai yang baru pula. Jika tidak, ia tak ubahnya sekadar pengulangan problematika lama yang dibungkus kemasan berbeda. Oleh karena itu, Muktamar NU tidak cukup dimaknai sekadar sebagai ajang pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi arena penentuan arah moral organisasi.

Di titik inilah, satu prinsip dasar harus ditegaskan dengan lantang:
ABUKTOR — Asal Bukan Koruptor.

Memulihkan Kepercayaan yang Retak

Prinsip ini menjadi sangat krusial mengingat PBNU saat ini tengah menghadapi krisis kepercayaan publik yang nyata. Dalam perspektif sosiologi, NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan jaringan sosial raksasa yang menyimpan kepercayaan masyarakat. Robert D. Putnam menyebutnya sebagai social capital; simpanan norma, kepercayaan, dan relasi yang memungkinkan masyarakat bekerja sama secara efektif.

Jika kepercayaan ini retak, yang rusak bukan hanya struktur organisasi, melainkan kohesi sosial yang menjadi fondasi kekuatan NU.

Maka, Muktamar harus dimulai dengan upaya pemulihan kepercayaan. Dan hal itu mustahil terwujud tanpa integritas.

Krisis integritas ini sangat nyata, terutama terkait persoalan tata kelola haji yang menyeret nama PBNU. Mulai dari isu kuota, katering, pemondokan, hingga pengadaan layanan, menjadi sorotan tajam publik. Terlepas dari proses hukum yang berjalan, persoalan ini telah merusak citra dan persepsi masyarakat.

Dalam teori legitimasi Weber, otoritas kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada prosedur formal, tetapi juga pada kepercayaan moral. Ketika integritas dipertanyakan, legitimasi pun otomatis melemah.

Secara etis dan organisatoris, pengurus yang terseret atau terindikasi kuat terlibat praktik korupsi tidak memiliki dasar moral untuk kembali memimpin. Muktamar harus menjadi mekanisme korektif, bukan sekadar alat reproduksi kekuasaan.

PBNU adalah Rumah bagi Semua

Dinamika menjelang Muktamar kini lebih banyak diwarnai oleh konsolidasi kelompok kepentingan yang berebut “tahta”, sementara persoalan integritas seringkali terabaikan.

Hal ini terlihat jelas dalam pernyataan Muhaimin Iskandar dan Nusron Wahid pada forum Halal Bihalal IKA PMII. Mereka menyiratkan bahwa giliran alumni PMII-lah yang pantas memimpin PBNU.

“Kalau PKB sudah mampu mengangkat alumni PMII. Nah bagaimana ke depan PR-nya menjadikan PBNU rumahnya alumni PMII. Sekarang alumni PMII seperti tamu, tidak seperti rumahnya sendiri,” ujar mereka.

Saya sepakat bahwa alumni PMII layak dan berhak memimpin. Bahkan, tidak hanya PMII, alumni HMI, GMNI, atau organisasi lain pun sangat layak duduk dalam kepengurusan. Lebih luas lagi, umat Islam non-NU, atau bahkan mereka yang baru masuk Islam, pintu PBNU harus tetap terbuka lebar selama berkomitmen pada nilai-nilai NU.

Yang terpenting bukan dari mana asalnya, melainkan standar apa yang dibawanya.

Di sinilah prinsip ABUKTOR menjadi jawaban paling relevan. Prinsip ini menempatkan integritas sebagai syarat mutlak, bukan latar belakang organisasi atau kekerabatan.

ABUKTOR harus menjadi standar minimum dengan dua makna utama:

Pertama, tegas menolak kepemimpinan yang tercemar korupsi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana publik seperti kasus haji dan sektor lainnya.

Kedua, menolak keras praktik politik uang, termasuk penggunaan sumber daya negara untuk membeli dukungan. Dalam ilmu politik, ini dikenal sebagai clientelism—pertukaran dukungan dengan imbalan material. Praktik semacam ini tidak hanya merusak demokrasi, tetapi juga melemahkan institusi. Jika dibiarkan, Muktamar NU akan kehilangan ruhnya sebagai forum ulama dan berubah menjadi pasar transaksi.

Siapapun boleh memimpin. Baik alumni PMII, kader organisasi lain, maupun figur dari luar, selama memenuhi syarat utama: bersih dan berintegritas. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip meritokrasi, di mana legitimasi didasarkan pada kualitas, bukan sekadar identitas.

Muktamar ke-35 harus menjadi titik balik. Momentum ini harus digunakan untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan NU tidak lagi dijadikan alat kepentingan sesaat. Jika tidak, NU berisiko kehilangan modal sosial dan moral yang selama ini menjadi kekuatannya.

Oleh karena itu, sebelum membahas siapa yang akan memimpin, pastikan satu hal: bahwa kepemimpinan itu bersih. Prinsip ABUKTOR bukan sekadar slogan, melainkan syarat mutlak bagi keberlanjutan NU sebagai kekuatan moral bangsa.

BiroTIN/STB

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: Dugaan Mark Up dan Transparansi Anggaran Dana BOS SMPN 47 Bengkulu Utara Dipertanyakan

Related Stories

IMG-20260423-WA0001
  • Uncategorized

Dugaan Mark Up dan Transparansi Anggaran Dana BOS SMPN 47 Bengkulu Utara Dipertanyakan

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
IMG-20260422-WA0502_copy_1105x736
  • Uncategorized

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
IMG-20260422-WA0026
  • Uncategorized

INFLASI DAERAH PEMKAB BENTENG PERKUAT INFLASI “TEMA “STRATEGI”

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

JASA PENGIRIMAN PAKET & DOKUMEN KE NUSANTARA DAN LUAR NEGERI

IMG_20250816_210313_copy_720x544

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
April 2026
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Mar    

KETUA PKDI BONDOWOSO

IMG_20260112_075243

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260423-WA0003
  • Uncategorized

Menuju Muktamar NU ke-35: Mengembalikan Khitmah, Menegakkan Integritas

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
IMG-20260423-WA0001
  • Uncategorized

Dugaan Mark Up dan Transparansi Anggaran Dana BOS SMPN 47 Bengkulu Utara Dipertanyakan

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
IMG-20260422-WA0508_copy_1459x957_1
  • Hukum / Kriminal

Dalam Hitungan Jam, Gerak Cepat Tekab 308 Polsek Terusan Nunyai Berhasil Belum Pelaku Curat

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
IMG-20260422-WA0507_copy_961x641
  • KEPOLISIAN

Wakapolri: Hibah Lahan Mako Brimob Perkuat Keamanan Masyarakat dan Proyek Strategis Nasional di Kolaka

Redaksi Teropong Indonesia News April 23, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.