
Keduanya bertugas di wilayah yang sama, rekaman video tersebar luas di media sosial, publik tunggu tindakan tegas dari instansi
Teropong Indonesia News
PROBOLINGGO – Jagat media sosial dan masyarakat Kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan insiden penggerebekan yang menimpa dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Keduanya tertangkap basah sedang berduaan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo, Rabu (22/4/2026), sebelum akhirnya digerebek oleh suami sah salah satu di antara mereka.
Kedua oknum yang menjadi sorotan publik tersebut diketahui berinisial RJS, yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Krejengan, serta I, yang bekerja sebagai Perawat Desa di wilayah kecamatan yang sama. Dugaan perselingkuhan melekat kuat pada keduanya setelah insiden ini terungkap dan videonya menyebar luas ke berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas RJS dan I sedang duduk berdampingan di area publik pusat perbelanjaan. Saat itu RJS tampak mengenakan kaos berwarna merah, sedangkan I mengenakan kaos berwarna kuning. Keduanya terlihat sengaja mengenakan masker dan berusaha menutupi identitas, seolah-olah tidak ingin dikenali oleh orang lain.
Suasana yang awalnya tampak biasa saja seketika berubah menjadi ricuh dan mencekam, saat suami sah dari I tiba-tiba datang menghampiri keduanya. Tanpa basa-basi, pria tersebut langsung menegur dan menanyakan kejelasan pertemuan itu. Perselisihan mulut pun tak terelakkan dan dengan cepat memanas, hingga berujung pada aksi baku hantam antara RJS dan suami I tepat di hadapan pengunjung mal yang menjadi saksi mata.
Saat dikonfirmasi awak media Teropong Indonesia News, RJS tidak membantah bahwa dirinya memang sedang bersama I pada saat kejadian. Namun ia berdalih bahwa pertemuan tersebut adalah hal biasa dan tidak ada maksud negatif di baliknya.
“Memang sebelumnya ada komunikasi. I bilang mau datang ke sini untuk membeli batik, sementara saya juga berencana membeli celana training. Kebetulan arahnya sama, jadi kami sepakat bertemu di lokasi itu saja,” dalih RJS saat memberikan klarifikasi.
Meski berusaha memberikan penjelasan, RJS sendiri mengakui bahwa sebelum insiden terjadi, ia memang intens menjalin komunikasi dengan rekan sejawatnya tersebut, bahkan frekuensinya dinilai sudah melebihi batas hubungan profesional biasa.
Status keduanya sebagai pelayan publik dan tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, membuat kasus ini menjadi sorotan tajam. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun kejelasan terkait tindakan disiplin dan sanksi etik apa yang akan dijatuhkan kepada kedua oknum tersebut.
Publik pun kini menanti kepastian, apakah instansi akan bertindak tegas demi menjaga marwah dan nama baik lembaga, atau membiarkan kasus ini berlarut tanpa penyelesaian yang jelas. BIRO








