
Ketimpangan Pembangunan Mencolok: Jalan ke Ladang Kades Dipaving, Akses Warga Rusak Parah • Pihak BPD Dituduh Menghindar Klarifikasi
PASURUAN – Janji pembangunan yang diumbar pemerintah desa hingga saat ini masih sekadar harapan kosong bagi warga Dusun Tulaksono, Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Proyek penyediaan air bersih yang dibangun menggunakan anggaran publik telah rampung secara fisik: bak penampungan dan alat ukur air telah terpasang rapi. Namun ironisnya, fasilitas itu hingga kini belum dapat dinikmati karena tidak ada aliran air sama sekali. Sarana yang diharapkan menjadi penunjang kesejahteraan itu hanya berfungsi sebagai benda pajangan.

Kekecewaan mendalam melanda warga yang telah menantikan manfaat pembangunan layak daerah lain. Mereka merasa dianaktirikan karena pembangunan dinilai hanya berfokus pada kepentingan segelintir pihak, bukan untuk kepentingan umum.
Selanjutnya, Upaya Konfirmasi Dihindari padahal hal ini Untuk mendapatkan penjelasan, Tim Wartawan Teropong Indonesia News mendatangi kediaman YNT, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Palangsari sebagai lembaga yang bertugas mengawasi jalannya pembangunan.
Namun saat kedatangan awak media, keluarga menyampaikan bahwa YNT sedang keluar rumah untuk beribadah dan tidak dapat ditemui. Berdasarkan pengamatan langsung tim liputan, sosok yang bersangkutan justru terlihat mengintip dari balik celah pintu rumahnya. Sikap menghindar ini menimbulkan dugaan kuat adanya hal yang ditutup-tutupi terkait pengelolaan program pembangunan.
Berdasarkan pengakuan warga yang disampaikan dengan perasaan kecewa, terdapat ketimpangan yang sangat nyata dalam alokasi pembangunan di wilayahnya.
“Jalan yang dilewati anak sekolah dan warga sehari-hari kondisinya rusak parah, berlubang, dan berdebu. Berbeda dengan akses menuju lahan milik Kepala Desa yang sudah diperbaiki dan dipaving rapi,” Ungkap salah satu warga.
Kesenjangan serupa juga terjadi pada pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Jaringan listrik yang kini dinikmati warga, sepenuhnya dibiayai dan diupayakan secara swadaya masyarakat tanpa bantuan maupun dukungan anggaran dari pemerintah desa.
“Kami mengurus sendiri semuanya. Di mana peran pemerintah desa saat kami berjuang memenuhi kebutuhan dasar? Dana desa seolah hanya ada untuk kepentingan tertentu saja,” Keluh warga lainnya.
Terkait berbagai persoalan tersebut, Tim Teropong Indonesia News telah mengirimkan surat permintaan tanggapan resmi kepada YNT selaku Ketua BPD Palangsari tertanggal 4 Mei Via WA, dengan Nomor Surat : 012/TIN-JTM/V/2026.
“Kami memberikan tenggang waktu selama 2 x 24 jam sejak WA diterima untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab. Persoalan ini akan terus kami pantau dan laporkan secara berkesinambungan hingga ditemukan kejelasan dan solusi yang berkeadilan bagi seluruh warga Dusun Tulaksono”
Sampai berita ini di unggah masih belum ada tanggapan serius dari pihak bersangkutan, sementara itu beberapa aktivis yang sempat memberikan pendapat terkait dengan keluhan warga mengatakan bahwa hal ini sangat perlu untuk di tindak lanjuti secara serius oleh pihak terkait seperti Inspektorat Kabupaten dan kalau perlu juga juga sampai pada tingkat Kejaksaan karena dengan adanya kejadian ini bisa saja di duga kuat telah terjadi ketimpangan dalam masalah anggaran yang telah di salurkan, akan tetapi tidak ada gunanya atau tidak terpakai oleh masyarakat sam sekali sehingga proyek yang telah di jalankan hanya sebagai pajangan semata.
Irawan – Kabiro Pasuruan








