
Teropong Indonesia News
SURABAYA – Kiprah Eri Cahyadi yang menjabat Wali Kota Surabaya selama dua periode mendapat apresiasi tinggi sekaligus dukungan resmi untuk maju memimpin Jawa Timur. Moh Hosen, Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Wilayah Jawa Timur, menilai Eri adalah sosok pemimpin yang terbukti berkualitas, layak dijadikan teladan, dan pantas memegang tanggung jawab lebih besar.
“Eri Cahyadi terbukti inovatif, cepat tanggap, dan sangat peduli pada rakyat. Gaya kepemimpinannya yang memadukan pendekatan manusiawi, pemanfaatan teknologi, serta fokus pada pelayanan langsung sudah mengubah wajah Surabaya dan diakui dunia. Ia layak memimpin Jawa Timur di masa mendatang,” tegas Hosen, Selasa (5/5/2026).
Selama memimpin, puluhan terobosan yang dihadirkan Eri telah mengantarkan Pemkot Surabaya dan dirinya sendiri meraih 106 penghargaan tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pencapaian paling membanggakan dan bersejarah adalah penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City (ESC) kategori Kota Besar dengan Udara Terbersih se-Asia Tenggara. Penghargaan ini membuktikan komitmen nyata Eri dalam menjaga lingkungan dan menciptakan kualitas hidup yang sehat bagi warga.
Hosen menjelaskan, kualitas inovatif Eri terlihat dari kemampuannya melahirkan gagasan baru, berpikir di luar kebiasaan, dan memperbaiki sistem kerja agar lebih efektif serta bermanfaat. Sifat responsifnya teruji dari kecepatan mengambil keputusan, ketanggapan menghadapi masalah, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman demi kepentingan publik.
Sejumlah prestasi nyata yang menjadi dasar dukungan ini antara lain:
– Meraih penghargaan The Right Man On The Right Place sebagai pemimpin paling tanggap dengan jiwa pelayanan.
– Menyabet National Governance Awards 2026 atas keberhasilan integrasi pelayanan publik yang efisien dan terukur.
– Mengubah kawasan strategis seperti Jalan Tunjungan dan Kota Lama menjadi pusat ekonomi baru, yang diakui lewat penghargaan CI-EL Medal of Distinction 2024.
– Menjamin pelayanan pemerintah hingga tingkat RW, termasuk penanganan stunting dan kemiskinan yang tepat sasaran.
– Mengalokasikan anggaran lebih dari Rp500 miliar untuk layanan kesehatan gratis bagi warga Surabaya.
– Meluncurkan program Sekolah Kebangsaan yang kini diikuti oleh banyak daerah lain.
– Mewajibkan keterbukaan kinerja instansi agar pembangunan dapat diawasi langsung oleh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk mendukung langkah baik ini. Jangan biarkan pemimpin yang terbukti jujur, berintegritas, dan bekerja keras berjuang sendirian. Mari buktikan bahwa Jawa Timur memiliki pemimpin kelas dunia yang mampu membawa perubahan nyata,” pungkas Hosen.
Dukungan ini semakin memperkuat harapan publik agar kualitas kepemimpinan yang dirasakan di Surabaya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur di masa mendatang. (RED)






