
Teropong Indonesia News
BLITAR – Dalam rangka ikut menyemarakkan kegiatan di bulan Juni atau yang lebih dikenal Bulan Bung Karno yang diperingati setiap tahunnya, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia/IPJI – Wilayah Jawa Timur menyelenggarakan giat Sarasehan Kebangsaan ” Trisakti Bung Karno ” yang difasilitasi oleh Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang diselenggarakan pada 25 – 26 Juni 2026 di Ruang AV. Kegiatan yang diadakan berkolaborasi dengan elemen – elemen diantaranya Lembaga Pelestari Adat, Sejarah Budaya ” PASEBAN XI ” dan Generasi Penerus/Genrus – Penyambung Lidah Rakyat dan dukungan dari mitra – mitra yang konsen dengan pengkajian dan pelestarian ajaran dan pemikiran Bung Karno.
Trisakti adalah gagasan Presiden Soekarno tentang kemandirian bangsa yang disampaikan pada pidato HUT Kemerdekaan RI tahun 1964. Konsep ini terdiri dari tiga pilar utama. Berdaulat di bidang politik : Negara harus mandiri dan bebas dari campur tangan atau dominasi kekuatan asing. Berdikari di bidang ekonomi : Bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan mengandalkan kekuatan dan potensi ekonomi nasional. Berkepribadian dalam kebudayaan : Masyarakat memiliki karakter, jati diri, dan budaya yang kuat serta tidak mudah tergerus oleh pengaruh budaya asing.

” Yang penting itu faktor kesejarahan, bagaimana menanamkan generasi milenial ini punya kesadaran sejarah, sehingga dia ketika suatu saat nanti mendapatkan kepercayaan menjadi pemimpin itu dia betul-betul dalam mengambil keputusan itu paham, dan generasi milenial harus memiliki pemahaman sejarah bangsa secara menyeluruh. Menurutnya, pengetahuan akan sejarah bangsa penting, karena generasi milenial kelak akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia.Yang penting itu faktor kesejarahan, bagaimana menanamkan generasi milenial ini punya kesadaran sejarah, sehingga dia ketika suatu saat nanti mendapatkan kepercayaan menjadi pemimpin itu dia betul-betul dalam mengambil keputusan itu paham,” jelas Budi Kastowo, SE Pustakawan Perpustakaan Proklamator Bung Karno membuka acara sebagai moderator.
Hadir sebagai pembicara utama dan tamu khusus dalam sarasehan, Bunda Ayu Gembirowati atau KRA Fransisca Sunarti Soekarno Putri yang memaparkan konsep Trisakti Bung Karno dimana berlandaskan Trisakti bahwa pemahaman sejarah sebagai modal menggapai cita – cita Indonesia maju dan unggul. Bunda Ayu lebih spesifik memaparkan secara gamblang dan terinci tentang konsep Trisakti dalam Implementasi Program Portal XIII Bung Karno.
Menarik untuk disimak sosok atau kisah Ayu Gembirowati anak bungsu Soekarno seperti dilansir dari laman BogorInsider.com yang lebih memilih mengabdi untuk Veteran ketimbang hidup mewah. Selama ini, publik hanya mengenal Megawati, Rahmawati, atau Sukmawati sebagai anak-anak Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.Namun ternyata, masih ada satu sosok lain yang selama ini jarang tersorot kamera media Dewi Aya Ayu Wulandari, atau yang akrab disapa Ayu Gemborawati.Ayu adalah putri dari Soekarno dengan Haryati, seorang penari istana sekaligus putri bangsawan Ponorogo. Pernikahan Soekarno dan Haryati pada tahun 1963 hanya bertahan tiga tahun, namun dari sanalah lahir Ayu, sang putri bungsu.
Berbeda dengan saudara-saudaranya yang terjun ke dunia politik, Ayu memilih jalan hidup berbeda. Ia tumbuh jauh dari sorotan, nyaris tak pernah muncul di media.Namun kini, Ayu mulai berani memperkenalkan dirinya ke publik. Bukan untuk mencari popularitas, melainkan karena ia merasa membawa amanah besar dari sang ayah meneruskan perjuangan bagi para pejuang bangsa. ( Fen/Red )







