
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Pesta Demokrasi Februari 2024 yang di selenggarakan di seluruh Indonesia secara bersamaan ternyata menyisakan bukan hanya kebahagiaan dan kebanggaan, akan tetapi justru ada yang merasa sedih dan kecewa, hal ini terjadi dalam beberapa sebab diantaranya adalah tentang proses Pemilu yang di adakan tanggal 14 Februari 2024 lalu.
Menurut Hartono, salah seorang Aktivis LSM Teropong yang menyimak tentang hal ini sempat berkomentar pada Media TIN bahwa proses yang sudah di jalankan sesuai prosedur, dan andai ada kekeliruan dalam proses tersebut lebih baik di laporkan pas pihak terkait, bukan dengan melakukan tindakan arogansi dan juga merugikan orang banyak.
Salah satu yang juga di simak dan sudah dikonfirmasi oleh Awak Media TIN adalah kejadian kecil yang juga bisa di katakan menggunakan kesempatan saat pesta Demokrasi berlangsung yaitu Tentang Dana operasional untuk KPPS Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso.
Beberapa ketua KPPS yang sempat di konfirmasi oleh Awak media TIN bercerita banyak tentang Dana yang seharusnya langsung di Terima oleh KPPS yang nantinya akan langsung di kelola olehnya bersama anggota, akan tetapi justru tidak seperti yang seharusnya untuk Desa Kembang yang memiliki TPS sebanyak 20 TPS, ” Per TPS di beri hanya Rp 1,6 Juta oleh PPS “, Ujar AS, di tambahkannya dalam penyaluran atau penggunaan dana sebesar Rp 4,4 juta di atur sendiri bersama Timnya oleh PPS dalam kategori tidak wajar.
Sampai berita ini di unggah awak media TIN akan segera mengkonfirmasi pada PPS untuk mencari tahu kebenarannya dan rencana Beberapa KPPS akan segera melaporkan pada pihak berwenang agar permasalahan ini tidak timbul kecemburuan sosial di antara mereka. RED








