
Banyuwangi – Petani melon wilayah Di Kabupaten Banyuwangi khususnya di wilayah kecamatan wongsorejo Banyuwangi , akan mengalami kerugian menyusul cuaca ekstrem dengan suhu panas tinggi yang menyebabkan tanaman melon tidak tumbuh maksimal.
“Cuacanya memang kurang bagus, kalau siang hari panas tinggi ditambah beberapa hari yang sempat hujan gerimis mengakibatkan buah pada layu,” kata Buyono seorang petani melon dengan lahan garapan di wilayah tadah hujan yang penyiraman buah melon denga mesin Bor Di Dusun Pal Lima Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Selasa 29/10/2024
Akibatnya harga melon diprediksikan menjadi anjlok sekitar lima ribu ( Rp 5000 ) sampai enam ribu ( Rp 6000 ) padahal untuk bisa untung setidaknya petani melon harus bisa menjual dengan harga Rp 8.000 per kilogram.
Menurut dia, ada sekitar lima hektare tanaman melon di Pal Lima ini, termasuk lahan garapannya yang seluas itu terpengaruh terhadap cuaca yang tidak menentu, itu berakibat mundurnya waktu dipanen karena pembuahan tidak maksimal.
“Usia panen melon dalam cuaca normal sekitar 60 hari, namun karena pengaruh cuaca ini pembuahan menjadi mundur, di samping itu buahnya tergolong kecil,” katanya.

Sementara itu, kerusakan tanaman melon juga terjadi di wilayah Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi , dimana ada sekitar dua hektare yang terganggu dengan cuaca ekstrim sehingga menyebabkan buah melon tidak bisa tumbuh dengan maksimal.
“Hampir semua buah melon di areal ini hanya berukuran kecil-kecil saja dan kulitnya pun sebagian keriput. Ini kan menandakan kalau pertumbuhannya tidak maksimal,” kata H.sutiyono petani melon di Desa Alasrejo
Menurut dia,akibatnya para tengkulak hanya berani menawar sekitar dibawah harga umum yaitu Rp 5.000 ( lima ribu rupiah ) per kilogram, sehingga petani akan mengalami kerugian, berbagai upaya dilakukan petani untuk memulihkan tanaman agar buah terlihat segar.
“Petani tidak bisa memprediksikan hal ini, kalau hasilnya baik, maka harga jual tinggi dan bisa untung, tapi kalau tidak ya resiko,” katanya.
Kurniadi/BWI







