
Teropongindonesianews.com
Banyuwangi, 24 Desember 2024 – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bulan Desember 2024 di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, telah berlangsung lancar. Acara yang diselenggarakan di Pendopo Balaidesa Bengkak ini dihadiri oleh Kepala Desa Bengkak, Staf Desa Bengkak, PMKS Wongsorejo, Koordinator PKH, Pendamping Desa, dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebanyak 540 penerima manfaat, terdiri dari lansia dan warga yang taraf ekonominya di bawah rata-rata, menerima bantuan tersebut.
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial dari pemerintah Republik Indonesia yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga kurang mampu yang memenuhi kriteria tertentu. Salah satu sub-program PKH, yaitu PKH JASLUT (Jaminan Sosial Lanjut Usia Terlantar), secara khusus memberikan bantuan kepada lanjut usia yang telantar.
Pencairan bansos PKH JASLUT telah dikonfirmasi oleh sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai yang diserahkan langsung kepada lansia masing-masing penerima manfaat.
Besaran nominal bantuan disesuaikan dengan jenis bansos yang diterima. Misalnya, penerima kategori lanjut usia akan menerima Rp2,4 juta per tahun. Pendamping PKH menyampaikan bahwa besaran bantuan per penerima tidak sama, dengan nilai terkecil Rp 600.000 hingga Rp 3.600.000 per tahun.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Kantor Pos setelah melalui proses verifikasi dan validasi data penerima PKH. Koordinator (Korcam) di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, telah berkoordinasi dengan Kantor Pos untuk memastikan kelancaran proses penyaluran. Proses pemeriksaan penerima bantuan sangat sederhana, sehingga penerima dapat dengan mudah memeriksa status bantuan yang diterima.
“Penyaluran PKH di Desa Bengkak berjalan dengan lancar,” ujar Musta’in Romly, Sag, Kepala Desa Bengkak. “Alhamdulillah, data penerima manfaat program ini sudah tercatat semua.”
Musta’in Romly berharap bantuan yang diterima dapat digunakan sebaik mungkin oleh penerima manfaat. “Saya berharap uang bantuan ini dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk berfoya-foya atau membeli baju. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup mereka,” pungkasnya.
Kurniadi/BWI







