
Teropongindonesianews.com
WAY KANAN – Belakangan ini, perbincangan tentang dinasti politik di Kabupaten Way Kanan hangat diperbincangkan di berbagai kalangan, dari warung kopi hingga berbagai elemen masyarakat.
Saya ingin menanggapi perbincangan ini dengan serius dan menyeluruh, memberikan perspektif yang mungkin berbeda dari kebanyakan opini yang menentang keberadaan dinasti politik.
Pertama, saya ingin mengkritik ketidakrasionalan, bahkan irasionalitas, dalam melihat realitas yang ada, terutama terkait dengan sejarah bangsa kita.
Mengapa kita begitu cepat menentang dinasti politik? Bukankah sejarah Nusantara sendiri dibentuk oleh berbagai kerajaan yang menjalankan sistem dinasti? Apakah sebagai generasi muda, kita menolak sejarah bangsa sendiri?
Sistem dinasti merupakan bagian dari DNA bangsa kita, tidak bisa begitu saja kita pungkiri. Kita seharusnya bangga dengan demokrasi kita yang berbeda dengan demokrasi Barat, demokrasi kita masih berlandaskan sistem dinasti, karena sekali lagi, DNA kita sebagai bangsa tidak bisa kita lupakan.
Ini adalah jati diri bangsa kita, kultur dan entitas yang tidak dimiliki bangsa lain. Sebagai generasi muda, kita seharusnya bangga dengan jati diri yang sebenarnya, daripada berpura-pura menjadi sesuatu yang palsu.
Jika ada yang iri terhadap pencapaian seseorang, maka komentar negatif atau tendensi kebencian pribadi terhadap keluarga atau sesorang sering muncul.
Saya ingin menasehati, jika seseorang memiliki kemampuan dalam berbagai bidang, kita harus akui kemampuannya, meskipun ia berasal dari keluarga politik. Mereka yang berhasil memiliki kemampuan yang lebih dari kita.
Saya sendiri pernah ikut dalam kontestasi politik tahun 2019, pemilihan legislatif DPRD Way Kanan Dapil 1. Saya akui kekalahan saya, karena memang saya banyak kekurangan. Mereka yang menang memiliki kemampuan yang lebih baik dari saya, dan mereka berhak menduduki kursi tersebut.
Kita perlu bersikap objektif dalam melihat realitas politik yang ada, jangan mengedepankan subjektivitas atau tendensi pribadi terhadap keluarga, golongan, atau partai tertentu.
Saya yakin bahwa isu dinasti politik ini tidak muncul begitu saja. Mungkin ada yang sengaja menggiring opini publik, dan kita bisa menebak siapa aktor intelektual di balik isu ini.
Semoga penjelasan ini bisa memberikan perspektif yang lebih seimbang terkait isu dinasti politik di Way Kanan.
Fikri







