
Teropongindonesianews.com
Gresik, Jawa Timur – Kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, akhirnya teratasi berkat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Kabupaten Gresik. Krisis ini dipicu oleh gelombang besar yang menghambat akses kapal, menyebabkan harga daging ayam mencapai Rp80.000 dan telur Rp60.000 per kilogram.
Sebagai langkah darurat, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik berkolaborasi mengirimkan bantuan logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Bantuan dilepas secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani. Untuk memastikan pengiriman berjalan lancar, Komando Daerah Militer TNI Angkatan Laut V Surabaya dilibatkan dengan menggunakan Kapal KRI 591

Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi beras, gula pasir, goreng, daging ayam beku, dan butir telur. Pengiriman ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok di Bawean dalam waktu dekat.
Junaidi, Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat pemerintah. “Kami mengapresiasi langkah cepat dan sigap Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik. Tindakan ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab nyata dalam menghadapi kesulitan yang dialami masyarakat Pulau Bawean,” ujarnya.
Penanganan krisis ini menjadi contoh nyata sinergi efektif antara pemerintah daerah dan TNI dalam mengatasi dampak bencana alam. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Ke depannya, peningkatan infrastruktur pelabuhan dan sistem logistik di Pulau Bawean juga akan menjadi fokus untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Red






