
Teropongindonesianews.com
RAGAM BISNIS – Inisiatif strategis untuk menghentikan ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dan mengalihkan fokus pada ekspor lobster siap budidaya berukuran 50 gram, yang digagas oleh pengusaha perikanan budidaya nasional asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), kini membuahkan hasil. Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden RI, Jend. Purn. TNI. Prabowo Subianto, telah menyatakan persetujuannya terhadap usulan ini, sebuah langkah yang disambut hangat oleh Gus Lilur.
Gus Lilur menjelaskan bahwa usulan ini lahir dari pemikirannya untuk mentransformasi industri perikanan Indonesia. “Dengan menghentikan ekspor BBL dan memprioritaskan ekspor lobster berukuran 50 gram, kita akan secara otomatis mendorong terciptanya ekosistem budidaya lobster yang kuat di dalam negeri,” ujar Gus Lilur.
Ia memproyeksikan bahwa kebijakan ini akan membuka jutaan lapangan kerja baru, mulai dari pengelolaan keramba hingga perawatan budidaya, serta secara signifikan meningkatkan nilai tambah produk perikanan Indonesia di pasar global. Saat ini, Indonesia hanya dikenal sebagai pengekspor BBL ke negara lain, yang kemudian diolah dan dijual kembali ke pasar internasional, sebuah model bisnis yang dinilai kurang menguntungkan bagi negara asal.
Menanggapi kabar gembira ini, Gus Lilur menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo atas visi kepemimpinannya yang visioner dan kemampuannya merespons aspirasi industri. Ia juga tak lupa memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Dr. Tb. Haeru Rahayu, atas kesigapan dan penerimaan positif terhadap usulan ini.
“Regulasi terbaru terkait ekspor lobster 50 gram ini ditargetkan akan diundangkan pada akhir Februari 2026, menandai babak baru bagi sektor perikanan Indonesia,” ungkap Gus Lilur.
Ia menambahkan, “Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kemajuan bangsa. Mari bersama kita wujudkan Indonesia sebagai pengekspor lobster terkemuka di dunia.”Imbuhnya
BiroTIN/STB







