
Teropongindonesianews.com
KABUPATEN BANDUNG, 10 MARET 2026 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja dan Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang mengangkat tema “Kolaborasi Menciptakan Ruang Digital yang Sehat Menuju Kabupaten Bandung Lebih Sejahtera” diresmikan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Pimpinan Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, narasumber akademisi, media, komunitas, serta seluruh kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, H. TEGUH PURWAYADI, S. STP M. SI. Kepala Diskominfo menjelaskan bahwa forum ini bukan hanya agenda rutin, melainkan wadah untuk menyatukan berbagai perspektif dan memperkuat sinergi agar program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat menghadirkan peluang besar, namun juga tantangan seperti maraknya praktik judi online yang berdampak pada ekonomi keluarga, stabilitas sosial, dan ketahanan generasi muda.
“Pembangunan digital tidak cukup hanya membangun infrastruktur dan aplikasi. Kita harus memastikan ruang digital menjadi ruang yang aman, produktif, dan mendukung pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
Langkah yang dilakukan Diskominfo sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Asta Cita, khususnya terkait pencegahan dan pemberantasan judi, reformasi birokrasi, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Di tingkat daerah, ini juga selaras dengan Misi ke-3 tentang optimalisasi tata kelola pemerintahan dan Misi ke-4 terkait transformasi birokrasi berorientasi mutu pelayanan publik.
BEBERAPA PORSI PENTING DALAM RENCANA 2027
• Transformasi Digital dan Tata Kelola Data: Diskominfo akan fokus pada peningkatan SDM profesional berwawasan digital, optimalisasi tata kelola Big Data, dan dorongan digitalisasi pendapatan daerah. Saat ini terdapat 475 aplikasi yang digunakan di lingkungan Pemkab Bandung, sehingga ke depan akan diutamakan integrasi, interoperabilitas, dan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
• Infrastruktur dan Keamanan Siber: Meskipun telah memiliki layanan data center yang terus dioptimalkan, data tahun 2025 mencatat 79 insiden siber yang menjadi peringatan penting. Penguatan persandian, keamanan siber, serta peningkatan kesadaran menjadi prioritas utama.
• Dashboard Judi Online dan Pendekatan Berbasis Data: Diskominfo telah mengembangkan dashboard monitoring judi online yang dapat diakses publik dan mengintegrasikan data sosial ekonomi melalui DTSEN untuk mengidentifikasi pola kerentanan masyarakat, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
• Peran KIM dan PKK: Dengan 111 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada, akan dikuatkan kapasitasnya sebagai agen literasi digital di tingkat desa. Sementara itu, PKK akan menjadi bagian penting dalam menerapkan literasi digital berbasis keluarga sebagai benteng pertama dalam menghadapi judi online.
Dalam pagu anggaran tahun 2027, Diskominfo mengarahkan program pada lima poin utama:
1. Konsolidasi dan integrasi aplikasi
2. Penguatan keamanan siber dan persandian
3. Literasi digital berbasis keluarga dan komunitas
4. Penguatan komunikasi publik dan pengendalian konten negatif
5. Optimalisasi tata kelola data untuk mendukung kebijakan berbasis bukti
Ruang digital yang sehat tidak dapat dibangun sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak – mulai dari pemerintah dan DPRD, akademisi, dunia usaha, PKK dan KIM, hingga media massa. Melalui forum ini, diharapkan dapat diperoleh masukan konstruktif untuk menyempurnakan rencana kerja tahun 2027 agar lebih responsif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar forum ini menghasilkan rekomendasi bermanfaat dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga di era digital.
Sumber : Humas Diskominfo Kabupaten Bandung
Raja








