
Teropongindonesianews.com
DUNIA BISNIS – Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG GRUP), sebuah entitas bisnis baru yang digagas oleh pengusaha asal Situbondo, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), secara resmi meluncurkan visi ambisius untuk mentransformasi Indonesia menjadi pusat industri rokok terkemuka di dunia.
Konsep dan strategi komprehensif yang dipimpin oleh Gus Lilur ini dirancang tidak hanya untuk meraih kesuksesan bisnis, tetapi juga untuk membawa dampak positif yang luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani tembakau dan rakyat Indonesia.
Dalam pernyataan yang dirilisnya, Gus Lilur menekankan bahwa rencana besar ini merupakan wujud komitmen untuk membuktikan kapasitas Indonesia dalam persaingan global.
“Ini bukan sekadar tentang keuntungan, tapi tentang mengangkat harkat petani tembakau dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami yakin, melalui inovasi dan strategi yang tepat, Indonesia mampu bersaing dan berjaya di panggung dunia,” ujar Gus Lilur.
Untuk mewujudkan visi ini, BARONG GRUP telah memantapkan fondasi dengan membentuk enam induk perusahaan rokok yang siap bersaing di pasar, yaitu Rokok Bintang Sembilan (RBS), Bandar Rokok Nusantara (BARON), Joko Tole Nusantara (JOLENTARA), Madura Tembakau Nusantara (MADANTARA), Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG), dan Madura Indonesia Tembakau (MASAKU). Selain itu, telah berdiri pula dua induk perusahaan tembakau, Nusantara Global Tobacco (NGO) dan Bandar Tembakau Indonesia (BAKAU INDONESIA), serta satu perusahaan distribusi logistik, Angkut Barang Seluruh Nusantara (ABANG SETARA), untuk mendukung rantai pasok yang efisien.
Tahap ekspansi BARONG GRUP akan mencakup pembangunan 17 gudang tembakau berskala besar di 17 kabupaten di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah, serta 19 unit pabrik rokok berteknologi maju di 19 kabupaten yang sama.
Yang membedakan adalah integrasi model bisnis konglomerat dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BARONG GRUP berkomitmen membangun, membina, dan membiayai 2.000 perusahaan rokok UMKM di 17 kabupaten, yang diperkirakan akan menyerap 40.000 tenaga kerja.
Para UMKM ini akan memproduksi enam varian rokok kretek inovatif menggunakan tembakau lokal berkualitas, di antaranya Virginia Blend (Lombok), Oriental Blend (Madura), Burley Blend (Jember-Banyuwangi), Besuki Blend (Situbondo), Lumajang Blend (Lumajang), dan Srintil Blend (Temanggung).
Melalui rencana ini, BARONG GRUP berharap dapat memantapkan posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri rokok global, menginspirasi kebanggaan nasional, dan berkontribusi signifikan terhadap kemajuan ekonomi bangsa. Peluncuran visi ini telah disebarluaskan melalui berbagai kanal media, menandai dimulainya era baru dalam industri tembakau Indonesia.
BiroTIN/STB








