
Teropongindonesianews.com
Sumenep – Program penggemukan sapi yang dikelola oleh Kelompok LOK REPOT di Dusun Brumbung Desa Pekandangan Barat, Kecamatan Blutoh Kabupaten Sumenep, yang digagas pada tahun 2020, kini terancam gagal total dan terlihat sangat memprihatinkan. Berdasarkan pemantauan dan konfirmasi di lapangan, seluruh sapi yang sebelumnya berjumlah delapan ekor tidak lagi ditemukan di lokasi, sementara kondisi kandang terlihat rusak parah dan tidak terawat.
Di ketahui dari beberapa narsum juga bahwa program. Tersebut di bagi dalam dua kelompok, yang satunya berada di dusun jeruk desa sama yaitu desa Pekandangan barat Kecamatan Blutoh Kabupaten Sumenep dengan ketua kelompok atas nama Hafid dan nama kelompoknya adalah kelompok ABADI.
Program ini diketahui dikaitkan dengan nama seorang anggota Dewan bernama Slamet Sementara itu, P. Ruslan, yang namanya terkait dengan pengelolaan kelompok tersebut, dalam hal ini sebagai ketua kelompok setelah dilakukan konfirmasi melalui media, ditemukan fakta bahwa tidak ada lagi sapi yang berada di kandang tersebut dan di arahkan untuk konfirmasi pada PPL yang bernama Abdurrahman ( saat bertugas tahun 2020 )
Kondisi fisik kandang saat ini terlihat hancur dan tidak tertata dengan baik, menjadi bukti nyata bahwa program yang seharusnya memberikan manfaat ekonomi dan pemberdayaan bagi masyarakat setempat tidak berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan awalnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab hilangnya sapi dan kerusakan kandang tersebut, serta langkah konkret yang akan diambil untuk menindaklanjuti kondisi ini.
Tanggapan Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, tim media telah berusaha menghubungi P. Ruslan untuk meminta keterangan resmi mengenai nasib sapi dan kondisi kandang tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan apapun. Demikian pula dengan Anggota Dewan Slamet yang dikaitkan dengan peluncuran atau penggagasan program ini, hingga saat ini belum memberikan pernyataan apapun terkait permasalahan yang terjadi.
Masyarakat setempat menyuarakan harapan agar adanya penjelasan yang jelas dan transparan dari pihak-pihak terkait mengenai nasib program ini serta aset yang seharusnya menjadi milik kelompok. Mereka juga berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas permasalahan ini agar tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.
Media akan terus memantau perkembangan permasalahan ini dan akan menyampaikan pembaruan terbaru segera setelah mendapatkan tanggapan dan keterangan resmi dari pihak-pihak yang bersangkutan. SAWIN








