
Teropong Indonesia News
Manggarai – Selasa, 07 April 2026 Pimpinan Panti Santa Dymphna, Sr. Lucia, CIJ, menerima seorang perempuan beragama Islam dengan gangguan jiwa, Eka Yuni Sari untuk direhabilitasi di Panti Santa Dymphna Maumere Flores NTT. Keluarga mempercayakan proses rehabilitasi terhadap yang bersangkutan kepada pihak Panti Santa Dymphna. “Kami mempercayakan sepenuhnya penanganan dan proses rehabilitasi kepada panti ini. Apa dan bagaimana bentuk bimbingan dan pelayanannya yang telah dirancang lembaga kepada klien, kami percaya itu yang terbaik bagi mereka. Karena itu kami berterima kasih kepada Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ yang telah menerima anak kami sebagai salah satuh anggota dari panti ini untuk direhabilitasi”, demikian salah satu yang mewakili keluarga yang tampak akbrab dengan Sr. Lucia, CIJ walaupun baru pertama kali bertemu.

Ketika pertama kali bertemu pimpinan panti, klien langsung menyalami dan memeluk Sr. Lucia, CIJ. Suasana tampak sangat akrab, seperti sudah pernah saling kenal, terutama dengan klien. Sr. Lucia, CIJ tampak terasa haru dengan suasana yang terjadi secara spontan saat itu.

Eka, demikian klien biasa dipanggil, berasal dari berasal dari Kabupaten Ende dengan Alamat Jl. Mahoni, Dusun Embu Nday, RT/RW 001/003 Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara. Putri kelahiran 19 Juni 2001 ini mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2014. Selama empat (4) tahun terakhir ia mendapatkan perawatan di salah satu panti di Kota Ende. Namun belum menunjukkan dan mengalami perubahan.
Dalam observasi dan wawancara awal oleh tenaga psikologi panti, klien cenderung keluar rumah dan diduga faktor genetik yang menyebabkan klien mengalami gangguan jiwa/sakit jiwa. Klien tanpak sangat aktif dan cepat akrab dengan sesama klien. Sejak awal kehadirannya ia langsung menyalami klien yang lain dan membangun komunikasi seadanya. Ia tapi tidak agresif.
Eka mengikuti kegiatan
Eka tampak mulai menyesuaikan diri dengan berbagai kegiatan teraphi bersama dengan klien yang lain. Ia cukup pro-aktif mengikuti berbagai kegiatan pendampingan dan bimbingan sejak pertama kali ia hadir di panti, seperti bimbingan Rohani (doa, novena, misa pagi, Rosario), psikologi, bimbingan fisik (senam, lari, mandi, makan-minum, sikat gigi, gunting rambut dan kuku) dan lain-lain.
Dalam komunikasi awal dengan keluarga sebelum klien dihantar, Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ menjelaskan bahwa pada prinsipnya Panti Santa Dymphna sangat inklusif (terbuka) menerima semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan berbagai latar belakangnya termasuk agama. “Lembaga ini berbasiskan Agama Katolik dan Biara CIJ adalah pemiliknya. Namun kami meletakan visi lembaga yakni terciptanya pelayanan rehabilitasi dan pastoral yang professional dan berkualitas di atas dasar Belas Kasih atau Cinta Kasih bagi semua orang, tegas Sr. Lucia, CIJ, biarawati CIJ yang telah merayakan pesta perak kebiaraannya.
Namun dengan syarat mengikuti program dan kegiatan yang telah dirancang oleh Lembaga, panti. “Salah satu program dan pendekatan untuk rehabilitasi klien adalah psiko-spiritual. Karena itu jika keluarga mempercayakan rehabilitasi klien kapada kami, maka konsekwensinya mengikuti tata cara dan program-program yang telah dirancang di lembaga ini. Panti Santa Dymphna bukan baru pertama kali menerima klien dari agama lain. Ada klien dari agama Kristen Protestan dan Islam yang sudah pernah direhabilitasi di sini. Mereka telah kembali ke keluarga”, demikian penjelasan Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ yang sudah lama mendermakan hidup dan panggilannya di panti sejak tahun 2003.
Tantangan panti
Data terakhir (Register Panti April 2026), jumlah ODGJ Panti Santa Dymphna adalah 136 orang. Dengan rincian, 16 ODGJ laki dan 120 ODGJ Perempuan. Jumlah yang relative banyak ini tentu berdampak pada peningkatan kebutuhan dan biaya-biaya operasional panti. “Tidak mudah kami mengurus 136 klien ODGJ di panti. Selain kami harus berhadapan dengan 136 karakter mereka, tapi juga bagaimana membiayai hidup dan memenuhi berbagai kebutuhan pokok mereka. Terutama pemenuhan kebutuhan makan-minum, kesehatan maupun rehabilitasi sarana dan fasilitas yang sering rusak akibat perilaku klien. Ini tidak mudah, penuh tantangan”, demikian Sr. Lucia, CIJ yang sudah puluhan tahun hidup bersama ODGJ di panti.
Karena itu Sr. Lucia, CIJ selaku Pimpinan Panti Santa Dymphna sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi keluarga yang telah menghantar ODGJ ke Panti Santa Dymphna. “Kami sangat mengharapkan partisipasi dan peran serta orangtua, wali dan keluarga dalam memenuhi tanggung jawabnya. Agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi. Kondisi saat ini tidak baik-baik saja, baik secara global maupun nasional. Dampaknya sungguh terasa. Ada peningkatan harga barang-barang kebutuhan pokok dan menurunnya dukungan para donator terhadap panti”, demikian harapan Pimpinan panti.
Sr. Lucia, CIJ juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga yang selalu setia berkontribusi baik dalam bentuk barang atau uang untuk klien yang dihantar ke panti. Juga disampaikan ucapan terima kasih kepada para donator yang masih setia menyumbang panti. “Tidak lebih dari 10 keluarga klien yang setia mendukung panti ini baik dalam bentuk barang maupun uang. Ada banyak keluarga yang tidak pernah kunjung dan berkontribusi setelah klien ODGJ dihantar ke panti. Kami harus menanggung resiko dan tantangan ini. Terima kasih untuk keluarga klien yang merasa bertanggungjawab penuh terhadap kebutuhan klien dengan terus memenuhi kewajibannya. Demikian juga kesetiaan dan kerelaan para donator dalam mendukung pelayanan kami terhadap ODGJ di Panti Santa Dymphna”, demikian Sr. Lucia, CIJ, yang pernah menikmati pendidikan tinggi di Stipas St. Cyrilus Ruteng Manggarai ini.
DON BOSKO





