
Teropong Indonesia News
SAMPANG – Kabar duka menyelimuti warga Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Seorang anak berinisial A.B. (11 tahun), yang sempat ditemukan masih hidup setelah dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Cangak, akhirnya tak tertolong nyawanya dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Sokobanah, Minggu (10/5/2026).

Peristiwa berawal sekitar pukul 06.30 WIB, ketika korban sedang bermain bersama sejumlah temannya di sekitar bibir pantai. Tanpa diduga, A.B. terseret arus dan hilang ke dalam air. Mendapat laporan tersebut, warga sekitar segera bergerak cepat melakukan pencarian, dibantu tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, BPBD Sampang, Basarnas, serta Satpolairud.

Setelah pencarian intensif yang dilakukan selama beberapa waktu, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga di perairan sekitar lokasi kejadian. Saat ditemukan, kondisi bocah itu masih bernapas namun sangat lemas dan sudah tidak sadarkan diri. Tanpa menunda waktu, korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Sokobanah guna mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan medis secepatnya.
Meski tim medis telah berupaya keras memberikan perawatan maksimal dan berjuang menyelamatkan nyawanya, namun takdir berkata lain. Kondisi korban terus menurun hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia saat masih dalam penanganan di fasilitas kesehatan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, diduga kuat korban tidak memiliki kemampuan berenang, namun tetap memaksa masuk dan bermain di area perairan yang berisiko. Hal inilah yang menjadi penyebab utama mengapa ia dengan mudah terseret arus hingga tenggelam.
Kepergian A.B. meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan seluruh warga di lingkungannya. Menanggapi musibah ini, aparat setempat kembali mengingatkan dan menghimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk senantiasa meningkatkan pengawasan ketat terhadap anak-anak mereka. Apalagi saat berada di sekitar wilayah perairan, pantai, atau tempat berbahaya lainnya, agar kejadian serupa yang merenggut nyawa anak-anak ini tidak terulang kembali di masa mendatang.(Nas/ Biro)








