
Kami Justru Berupaya Maksimal Bantu Pendidikan Anak Didik
BONDOWOSO – Menanggapi pemberitaan yang dimuat di media Teropong Indonesia News pada 13 Mei 2026 dengan judul “Babak Baru Kasus Penganiayaan Murid di SDN Kotakulon 1 Bondowoso: Orang Tua Lapor ke Polisi, Diduga Ada Kekerasan Fisik & Verbal hingga Siswa Mengalami Luka” (tautan: https://www.teropongindonesianews.com/2026/05/13/babak-baru-kasus-penganiayaan-murid-di-SDN-KOTAKULON-1-BONDOWOSO/), pihak manajemen SDN Kotakulon 1 menyampaikan hak jawab resmi dan koreksi fakta sepenuhnya.
Kami tegaskan dengan tegas bahwa isi berita tersebut tidak benar, tidak berdasar, dan sangat merugikan nama baik sekolah, tenaga pendidik, serta mencoreng citra dunia pendidikan di Kabupaten Bondowoso. Pemberitaan tersebut hanya mengutip keterangan sepihak tanpa melakukan konfirmasi maupun verifikasi fakta kepada kami selaku pihak yang terlibat langsung.
Berikut adalah fakta sebenarnya yang perlu diketahui masyarakat luas,
– Tuduhan Kekerasan & Penganiayaan Tidak Benar Sama Sekali.
Berita menyebutkan adanya tindakan penganiayaan, menarik mulut hingga berdarah, memukul perut, mengucapkan kata-kata kasar, menahan paksa, hingga tidak memberi makan dan minum. Seluruh tuduhan itu adalah tidak benar dan jauh dari kenyataan.
Fakta yang terjadi saat itu,
– Ketika terjadi perselisihan antar siswa saat kegiatan olahraga, guru berinisial RJA justru bertindak profesional untuk menengahi, mengamankan, dan menenangkan siswa berinisial AZ. Siswa dibawa ke ruang Kepala Sekolah yang kosong semata-mata untuk ketenangan dan pembinaan pribadi, bukan dikurung atau disakiti.
– Tidak ada sedikit pun tarikan mulut, pukulan fisik, kata-kata penghinaan, atau perlakuan kasar. Segala tindakan yang dilakukan pendidik adalah bentuk pendekatan pendidikan, kasih sayang, dan upaya membantu anak tersebut agar bisa mengendalikan emosi dan perilakunya.
– Siswa mendapatkan hak yang sama dengan siswa lain, termasuk akses minum, makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kebebasan bergerak. Tidak ada larangan, penahanan, apalagi dijadikan tontonan sebagaimana dituduhkan. Narasi ini dibangun sepihak untuk menyudutkan kami, padahal kenyataannya terbalik.
– Kami Sangat Prihatin & Berupaya Maksimal Mengatasi Permasalahan
Yang sangat disayangkan, pemberitaan tersebut sama sekali tidak mengangkat fakta utama: Pihak sekolah, Kepala Sekolah, dan seluruh guru justru sangat kasihan, prihatin, dan peduli terhadap kondisi siswa AZ.
Selama ini, kami menyadari bahwa anak tersebut memiliki pola perilaku dan karakter khusus yang cukup mempengaruhi dirinya sendiri maupun suasana belajar teman-teman lain di sekolah. Dampak dari kondisi anak tersebut memang dirasakan oleh seluruh warga sekolah, namun sikap kami tidak pernah memusuhi, mendiskriminasi, atau menyakiti. Kami justru terus berpikir, berdiskusi, dan merancang cara terbaik agar anak ini tetap bisa bersekolah dengan nyaman, aman, serta mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa menyinggung perasaan atau hak pihak manapun.
Segala tindakan pendekatan dan pembinaan yang dilakukan guru adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai pendidik untuk mengarahkan perilaku anak ke arah yang lebih baik, bisa berbaur dengan teman, dan tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Kami berjuang agar anak ini tetap mendapatkan hak pendidikannya dengan layak.
-Terkait Masalah Tuduhan,
Mengenai peristiwa sebelumnya yang disebutkan dalam berita terkait tuduhan pelecehan yang ternyata salah paham, kami tegaskan bahwa sekolah sudah bertindak netral, mencari kebenaran, meluruskan masalah, dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Masalah itu sudah selesai, jelas, dan kami tetap menerima anak tersebut dengan tangan terbuka untuk terus dididik. Tidak ada unsur penyudutan atau penuduhan berlebihan seperti yang dibangun narasi sepihak tersebut.
– Komunikasi & Sikap Kami
Pihak sekolah dan Komite Sekolah memang telah menemui orang tua siswa pada malam hari setelah kejadian. Tujuan kami adalah berkomunikasi baik, menjelaskan fakta sebenarnya, serta memohon pengertian dan kerja sama demi kebaikan masa depan anak tersebut. Langkah ini kami lakukan semata-mata demi keharmonisan dan kepentingan pendidikan anak, bukan karena kami merasa bersalah atau melakukan kesalahan sebagaimana ditafsirkan dalam berita.
Kami sangat kecewa pemberitaan ini dimuat tanpa prinsip jurnalistik berimbang. Kami meminta maaf kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang terjadi akibat informasi yang keliru ini. Kami tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan dan menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak didik, termasuk siswa AZ yang senantiasa kami bimbing sepenuh hati.
Kami meminta kepada redaksi media Teropong Indonesia News untuk memuat hak jawab ini secara utuh, lengkap, dan setara posisinya dengan berita sebelumnya, serta melakukan koreksi narasi yang keliru tersebut demi kebenaran informasi publik.
Bondowoso, 14 Mei 2026
Hormat Kami,
Kepala SDN Kotakulon 1
Kecamatan Kotakulon, Kabupaten Bondowoso








