
Teropong Indonesia News
JAKARTA – Dugaan penipuan berskala besar mencuat jelang musim haji 2026. Sindikat menawarkan keberangkatan instan lewat jalur petugas haji palsu, menyeret ratusan calon jemaah yang kini terlantar di Jakarta. Modus berjalan sejak akhir 2025 dengan dokumen berkop kementerian yang ternyata palsu.
Tiga tokoh kunci teridentifikasi: A sebagai perekrut, Z sebagai figur sentral yang mengaku punya koneksi dalam, dan MC yang terlibat pengembalian dana. Salah satu korban melaporkan kerugian mencapai Rp500 juta, dengan MC mentransfer sekitar Rp100 juta sebagai pengembalian dana.
Kemenhaj menegaskan seluruh dokumen tidak sah dan pencatutan nama pejabat. Pihaknya mengecam keras, mendalami kemungkinan keterlibatan oknum internal, serta akan berkoordinasi dengan penegak hukum.
Masyarakat diimbau waspada tawaran jalur khusus haji dan hanya percaya informasi dari kanal resmi pemerintah. Red








