
Teropongindonesianews,com
Maumere – SMK Santo Gabriel Maumere merupakan salah satu SMK swasta yang ada di kabupaten Sikka dan memasuki usia ke 55 tahun . Sekolah yang berada dibawah naungan yayasan Bina Sari ini telah menghasilkan out put yang unggul dan berprestasi . Para alumni sudah bekerja diberbagai bidang kehidupan seperti polisi, tentara, guru, bahhkan tokoh politik
SMK Santo Gabriel Maumere tahun ini, akan merayakan hari jadinya ke 55 tahun ,teptnya tanggal 12 Prebuari 2023, memiliki lima program keahlian yaitu 1.PK.Akutansi Keuangan dan Lembaga (AKL), 2.PK. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) 3.PK Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) 4.PK Tata busana (TTB) .5.PK. Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP).

Di saat memperingati hari ulang tahunnya, SMK Santo Gabriel Maumere melaksanakan kegiatan pameran hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal. Pameran ini akan dilaksanakan pada hari kamis. 9 Prebuari 2023, bertempat di halaman sekolah. Salah satu karya tangan peserta didik yang ditampilkan adalah kain tenun ikat adat Sikka.
“Kami melihat sekarang banyak generasi muda kurang berminat terhadap budaya tenun ikat, dan anggapan mereka yang bekerja tenun ikat hanya gadis-gadis kampung yang putus sekolah. Oleh karena itu kami (sekolah) berusaha mendampingi peserta didik untuk mencintai warisan leluhur yang merupakan karya mama-mama . Kami ajarkan kepada anak-anak mulai proses pembuatan yang dimulai dari gulung benang (bolot: bhs Sikka),rentangkan benang ( go,an: bhs Sikka) ikat motif (mata: bhs Sikka ), pemberian zat pewarna dan sampai tenun menghasilkan selembar sarung dan selendang. Berdasarkan pengalaman pendampingan terhadap anak-anak ternyata mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memproses pembuatan tenun ikat, tidak terlalu mengalami kesulitan,” ungkap Ibu Bernadetha Nona Erni,S.Pd yang juga sebagai pelatih ( nara sumber) kepada Crew TIN.com. Maumere,Agus Badjo.
Ibu yang mengampuh mata pelajaran IPAS yang juga memiliki kerampilan tenun ikat ini menambahkan bahwa sekolah memberikan bantuan dana untuk pengadaan alat-alat dan bahan ( benang, zat pewarna, alat-alat tenun) untuk pembuatan sarung dan selendang. kami bersyukur hasil karya anak-anak ternyata sangat bagus dan dapat dipamerkan. Kami sangat mengharapkan anak-anak setelah tamat bisa melanjutkan ketrampilan tenun ikat yang mereka miliki di-tengah-tengah masyarakat. Mereka telah menghasilkan beberapa lembar selendang dan siap jual di pameran nanti. ***( Wartawan TIN.com maumere/Agus badjo)
.









