
Teropongindonesianews.com
Sekolah adalah institusi formal yang penting untuk membentuk manusia yang bermartabat. Fokus pendidikan di sekolah terutama adalah akademis dan pembentukan karakter manusia secara menyeluruh. Dengan dan melalui pendidikan, manusia mengeksplorasi dirinya, melakukan adaptasi dengan waktu dan tempat di mana ia hidup, serta melakukan berbagai upaya perbaikan dengan kreativitas dan inovasinya.
Tujuan pendidikan selalu bermuara pada pembentukan manusia seutuhnya pendidikan pada dasarnya adalah pembentukan generasi muda yaitu para peserta didik. Lembaga pendidikan ikut serta dalam pembentukan karakter yang sehat dan kuat bagi generasi masa depan. Modernisasi yang ditandai dengan era globalisasi menuntut generasi yang memiliki kecakapan hidup (life skill). Sehingga mereka akan menjawab tantangan zaman. Indonesia sebagai Negara yang ingin maju dan berkembang setara dengan Negara maju lainnya, membutuhkan SDM yang handal, pribadi yang cakap dan trampil, serta berkepribadian utuh. Lembaga Pendidikan Katolik menyadari bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia secara holistik: intetelektual, religious, emosional, moral, dan sosial.

Pendidikan adalah salah satu tugas perutusan gereja yang amat penting. Nilai-nilai injili diterjemahkan dalam konteks pendidikan sebagai Karya Kerasulan Gereja menjadi fokus utama karya Pendidikan Katolik. Semua orang dari berbagai lapisan, suku, agama, usia, memiliki hak asasi yang tidak dapat diganggu gugat atas pendidikan. Tujuan pendidikan dalam arti sesungguhnya ialah mencapai pembinaan peribadi manusia dalam perspektif tujuan terakhirnya dan demi kesejahteraan masyarakat, mengingat bahwa manusia termasuk anggotanya, dan bila sudah dewasa ikut berperan menunaikan tugas kewajibannya (Konsili Vatikan II mengenai hak anak atas pendidikan)
Lembaga Pendidikan Katolik selalu berjuang untuk menggabungkan karya pendidikan mereka dengan pemakluman Injil yang eksplisit, merupakan sumber daya yang sangat berharga untuk mewartakan Kabar Baik kepada budaya-budaya, bahkan di negara-negara, dan kota-kota, di mana situasi-situasinya yang memusuhi, menantang kita agar lebih kreatif dalam mencari metode-metode yang cocok (Surat Anjuran Sukacita Injil Paus Fransisikus; Evangelii Gaudium/EG. 134).
Pendidikan formal di lembaga Pendidikan Katolik selain mengikuti kebijakan pemerintah tentang kurikulum, seharusnya memasukkan juga nilai-nilai yang bersumber pada semangat Injili, Dokumen-dokumen Gereja serta spiritualitas pendiri. Seperti disampaikan dalam Nota pastoral KWI tahun 2008 tentang Pendidikan Katolik: “lembaga Pendidikan Katolik (LPK) merupakan salah satu karya Gereja dan bentuk partisipasi umat Katolik dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Ada tiga hal yang dijunjung oleh LPK sebagai kekhasan dan inti pendidikan Katolik, yaitu: setia pada usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, setia pada ketentuan-ketentuan Gereja, dan setia pada semangat luhur (spiritualitas) pendiri. Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang integral dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. (Nota Pastoral KWI Tahun 2008, No. 8). Hal inilah yang berjalan dan terus berkelanjutan dilakukan oleh lembaga pendidikan SMPK St. Yosef Lawir-Lamba Leda Timur, tepatnya di Paroki Santa Maria Penolong Abadi Lawir. SMPK St. Yosef dalam membangun spiritualitas sesuai semangat pendirinya diusianya yang ke-41 tahun, mengadakan berbagai kegiatan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan niat para peserta didik dalam menuntut ilmu di lembaga ini. Dalam penyampainnya melalui pesan whatsap ibu VILFITRIANI ELSA SUKUR, S.Pd selaku guru Bahasa dan Sastra Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah perlombaan antar kelompok yang pesertanya adalah siswa dan guru. “Setiap kelompok bersaing untuk menjadi yang terbaik dan memperoleh juara. Dalam kegiatan lomba bertutur, pidato bahasa inggris dan membaca puisi, peserta diberi kesempatan untuk mengekspresikan kemampuan serta bakat yang mereka miliki, entah itu sebagai peserta pidato, bertutur atau pembaca puisi. Hal ini bertjuan agar peserta didik dapat tampil dan percaya diri ketika mereka berada didunia pendidikan lebih lanjut nantinya. Selain perlombaan akademik kami juga diberi kesempatan untuk mengekspresikan bakat kami dalam dunia olahraga, misalnya voly putra dan putri”. Tandasnya lagi.

SMPK St. Yosef Lawir merupakan lembaga pendidikan menengah yang berada di Paroki Lawir dan dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah, Fellyrianus Edi Hadiman, S.Pd yang merupakan lulusan Sarjana Bahasa Inggris. Dari pantuan media ini dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan oleh lembaga SMPK St. Yosef lawir adalah sebuah refleksi tentang identitas kekatolikan LPK yang berfungsi memanusiawikan manusia dan menjadikannya manusia baru. Idealisme ini tidak diabaikan demi nilai-nilai lain yang kini menjadi acuan industri pendidikan di tanah air. Pelayanan yang proporsional dan integral akan menempatkan LPK sebagai saksi Kerajaan Allah di tengah dunia. Kehilangan sikap dan semangat kenabian di tengah dunia akan melumpuhkan LPK dan meredusirnya sekedar tempat belajar siswa. LPK sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik, yakni menjadi: Media Kabar Gembira, Unggul dan lebih berpihak kepada kaum miskin. Semoga dengan bertambahnya usia lembaga ini semakin menjadi yang terdepan dalam dunia pendidikan yang mampu bersaing ditingkat nasional. Selamat merayakan hari jadimu SMPK St. Yosef Lawir, kami titipkan generasi bangsa padamu para pendidik dan lembaga tercinta.
Penulis Opini : Bung Aan
Editor Pusat : Syayudie







