
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Pengembangan seni budaya tradisi karawitan yang berbasis edukasi akademisi terhadap generasi, merupakan bentuk Ijtihad terhadap pelestarian jatidiri bangsa dalam mempertahankan budaya yang berbasis sejarah kearifan lokal.

Bertempat di Kesekretariatan Devisi Penelitian Dan Pengembangan Seni Budaya Tradisi DPP AP2WS ( Aliansi Pegiat dan Pelaku Wisata Situbondo ) Mimbaan Panji Situbondo , Hosnatun atau Pak Tutun mendidik anak anak bangsa yang masih pelajar , mulai dari setingkat Sekolah Dasar, SMP, SMA, hingga Mahasiswa, dalam mengenalkan dan mengedukasi Seni budaya tradisi karawitan dan tari topeng yang berbasis sejarah di kabupaten Situbondo, pada Rabu,22 Maret 2023.
Hosnatun atau yang akrab di panggil Pak Tutun yang sudah lebih 40 tahun berkesenian dan tetap terus eksis dalam mempertahankan dan melestarikan seni budaya tradisi karawitan dan tari topeng yang berbasis sejarah, yang di warisi oleh orang tuanya yang tentunya warisan leluhurnya.

Di tengah tengah arus modernisasi yang terus mengikis habis tradisi merupakan sebuah tantangan bagi seorang Pak Tutun dalam mempertahankan budaya tradisi untuk bisa di wariskan kepada para generasi anak bangsa,
Seperti kidungan yang sering di lantunkan oleh pak tutun yang menjadi pakem dan penyemangat dalam mempertahankan tradisi agar setiap generasi anak bangsa bisa mempertahankan jati diri bangsanya. Sekelumit bait syair kidung pak tutun yang selalu menjadi penyemangat adalah sebagai berikut ” Mara Kanca Kodhu Openi, Bhereng Kona Riya Jhek Dihina, Mara Jhungjhung Budayana Matak Kare Caretana ( mari teman teman kita pelihara,barang kuno ini jangan di tinggal,kita junjung tinggi budaya kita agar tidak hanya sekedar cerita belaka )”,Tuturnya
Pewarta : AgusTIN
Editor : Budhi








