
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Putra asli daerah Kabupaten Bondowoso, dan ternyata beliau juga Cucu dari Bupati pertama yang memimpin Bondowoso (Raden T. Adipati Abdurrachman Wirodipuro) yang kesehariannya dikenal dengan panggilan Bapak Walkot, yang lahir pada tanggal 01 juni 1962.
Nama lengkap aslinya yaitu “R. Abdurakhman Bin R. Muhammad Arief Bin R. Muhammad Tahir Bin Raden T. Adipati Abdurrachman Wirodipuro (Bupati Ke 1 Bondowoso) Bin R. Siegoto Martopuro Bin R. Sahiruddin Wiro Astro Bin R. Kasim Wirodipuro 1 Bin R. Abdurrahim Wiro Broto Bin R. Kyai Sayyid Abdullah Pakuningrat Bin R. Zaenal Abidin Mangkuningrat Bin R. Achmad Bin Asmoro Kingking”.
Sejak Tahun 1986, Beliau mengabdi pada negara menjadi CPNS melalui seleksi Penerimaan PNS di Gubernuran Surabaya, lulus tes dengan dua tahapan, yakni Tes tertulis dan Tes wawancara, dan langsung ditempatkan di kecamatan Manyar gresik.
Saat CPNS diharuskan mengikuti Pembinaan Mental (BINTAL ) supaya CPNS menjadi teguh fisik dan mentalnya, tambah pengetahuannya dan terbina sikap bela negaranya serta cinta nusa bangsanya.
CPNS ke PNS melalui Pra Jabatan, dengan catatan prajabatan ini ada ketentuan bila tidak lulus bisa mengulang maksimal 3 kali, yang pelalsanaannya setiap tahun. Bila sampai 3 kali tidak lulus, harus keluar dari CPNS. Alhamdulillah beliau 1 Kali lulus.
Selanjutnya mengikuti berbagai macam diklat kedinasan serta berbagai bentuk penataran, utamanya yang berkaitan dengan Pancasila / ideologi negara yaitu P4 (Pendidikan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Diantara Diklat pokok yang diikuti beliau adalah : Diklat Adum di Gresik, Diklat Satpol PP di Watukosek, Diklat PPNS di Badiklat prov Surabaya, Diklat Management Penyidik Pegawai
Negeri Sipil (PPNS) di Pusdik Reskrim (Megamendung Bogor), Diklat PIM III di LAN (Lembaga Administrasi Negara) di Pajompongan Jakarta.
Sedangkan riwayat jabatan beliau waktu bertugas adalah : MPPP (Mantri Polisi Pamong Praja di Gresik, Kasubsi Pemerintahan di Pemkab Bupati Sidayu, pindah ke Kecamatan Bungah Gresik, dan pada Tahun 2001 akhir mengajukan mutasi atas permintaan sendiri karena ingin jaga ibu setelah ayahanda wafat. Ibu sendirian.
Kemudian kembali mengabdi menjadi staff ditempatkan di KASDA selama 4 tahun, jadi kasi Pendafsi trans Disnaker TRANS, Kasi Mobduk Disnaker TRANS Bo, Kasi Pemerintah Kecamatan Grujugan, Sekcam Kecamatan Pujer, Sekcam Kecamatan Grujugan, Camat Grujugan, Kasatpol PP Kabupaten Bondowoso, Kepala Perpussip Bondowoso, Kabag Perlengkapan Setda Kabupaten Bondowoso, Camat Prajekan, Camat Bondowoso, Pensiun di ASN, Mengabdi untuk Agama, Berkarya untuk Negeri Nusa dan Bangsa melalui Golkar (Golongan Karya), dan saat ini Bacaleg di Dapil 4 Propinsi (Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi).
Beberapa motivasi beliau memberanikan diri untuk menjadi calon anggota DPRD Propinsi, beliau kemas menjadi satu tema Project Leader “Pengentasan Kesenjangan Sosial, Ekonomi dan Budaya” dengan memotret keadaan sekarang, dimana : masih adanya kesenjangan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, masih adanya kelangkaan pupuk subsidi sebagai penunjang produktifitas pertanian/perkebunan, belum terorganisirnya Mata rantai pemasaran produk pertanian karena kurangnya penguasaan pasar, Belum terlatihnya secara maksimal berkelanjutan para pemuda khususnya pemuda tani “interprenuer” untuk membuat pupuk organik yg membuat lahan pertanian subur kembali, masih kurangnya sarana alat tangkap ikan di wilayah pesisir yang mengakibatkan kurang maksimalnya hasil tangkapan ikan, Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan yg mengakibatkan polutan di lingkungan, Kurangnya budaya baca ( LITERASI) di masyarakat yang berakibat kurangnya serapan ilmu dan pengetahuan masyarakat, Sarana dan prasarana insfstrktur yang belum maksimal, mengakibatkan tersendatnya arus barang dan jasa utama prasarana jalan yg sering menjadi keluhan sebagian besar warga masyarakat.
Sebagai terobosan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah: “Menumbuh kembangkan giat perkoperasian multi usaha di kelompok masyarakat, pemuda sebagai wadah usaha ekonomi produktif yg potensial dengan skala prioritas di masing masing kelompok usaha yang berbasis masyarakat/pemuda karya, selanjutnya dirajut dengan Unit usaha bersama dengan pembagian divisi, produksi sampai pemasaran yg difasilitasi oleh GOLKAR, tertibnya tata niaga sehingga terwujud/ tersedianya pupuk subsidi dan terwujudnya usaha pembuaatan pupuk organik oleh pemuda Karya dimana akan megairahkan para petani dalam olah produksinya, Program peningkatan dan pengolahan hasil Sumber Perikanan dan kelautan dng tersedianya peralatan tangkap ikan dan peralatan hasil perikanan yang dikelola secara kelompok nelayan dalam wadah KOPERASI yang sehat dan Akuntable, terwujudnya lingkungan bersih dan sehat melalui pengolahan daur ulang sampah yang terprogram dan juga mengembangkan peluang terciptanya nilai tambah ” MARGIN VALUE” perluasan lapangan kerja mandir I/ kelompok serta mungkin juga mampu menciptakan destinasi wisata baru. Prinsipnya tiada sedikitpun sejengkal tanah yg tidak bermanfaat, terwujudnya prasarana transportasi yg memadai agar arus barang dan jasa menjadi lancar. Dimana pada gilirannya akan memberikan peluang terciptanya peningkatan produk barang dan jasa secara luas, Terwujudnya unit unit perpustakaan baik konvensional maupun digital sehingga akan meningkatkan IPTEK masyarakat”.
Semua itu bermuara pada terwujudnya pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat secara merata yang gilirannya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran mereka.
“SEMOGA SUKSES 2024 nanti.








