
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Proyek pengaspalan Jalan Usaha Tani (JUT) yang terletak di dusun karang malang desa Trebungan kecamatan mangaran kabupaten situbondo yang sumber dananya di anggarkan dari Dana Desa (DD) senilai Rp. 207.355.500,- diduga sarat penyimpangan dan tidak sesuai petunjuk teknis.
Saat turun ke lokasi tim LBH CAKRA Situbondo menilai,dalam pengerjaan pengaspalan tersebut Banyak di temukan kejanggalan dan diduga tidak sesuai petunjuk teknis yang ada,terbukti aspal yang baru selesai beberapa bulan lalu sudah banyak yang rusak dan juga sudah di tumbuhi rumput.

Opek Ketua Tim Investigasi LBH CAKRA Situbondo mengatakan ” Berdasarkan laporan masyarakat kami turun kelokasi,dan benar adanya yang di laporkan masyarakat,pasalnya saat di lokasi kami menemukan banysk kejanggalan,diantaranya aspal sudah mulai rusak dan ambles,di aspal tersebut juga di tumbuhi rumput,disisi aspal juga banyak yang berlubang,saya menilai pemerintah desa juga kurang transparan,terbukti saat tim LBH CAKRA mendatangi kantor desa tribungan dan kebetulan di situ masih ada perangkat yang belum pulang,kami bersama tim sempat menanyakan kepala desa,namun menurut salah satu perangkat desa,kepala desa keluar karena ada urusan,dan kami juga sempat menanyakan ketua TPK,namun perangkat tersebut menyampaikan tidak tahu siapa ketua TPKnya “, Pungkasnya
” Ini sangat aneh kalau perangkat desa tidak tahu TPKnya,atau memang sengaja di sembunyikan….????,kita bersama tim akan terus memantau sejauh mana kekuatan mutu dan kualitasnya,karena menurut prediksi kami aspal tersebut tidak akan bertahan lama,saat ini kami masih sebatas mengingatkan dan berharap Pemdes Trebungan mau memperbaiki proyek tersebut,namun jika tidak dindahkan maka dengan sangat terpaksa akan kami laporkan kegiatan tersebut secara kelembagaan,karena sumber dana tersebut dibiayai oleh negara,yang mana dana tersebut dari hasil pembayaran pajak masyarakat”, Imbuhnya

Ditempat terpisah saat di konfirnasi Nur Hasan kepala desa trebungan melalui telepon whatsapp menyampaiikan ” itu sudah saya serahkan kepada masyarakat dan yang kerja pun masyarakat,mengenai aspal yang rusak itu karena sempat di lewati truk,yang seharusnya truk tidak boleh lewat jalan tersebut “, Dalihnya
Dilokasi seseorang yang mengaku warga sekitar yang tak mau disebutkan namanya menyampaikan ” Ini proyek baru selesai sekitar dua bulan lalu mas,tapi kenapa ya mas belum setengah tahun aspal sudah mulai rusak…?? “,Ucapnya singkat.
Pewarta : Novi/BiroTINsitubondo







