
Teropongindonesianews.com
Sukabumi – Lagi -Lagi dunia pendidikan tercoreng di duga akibat segelintir oknum yang melakukan pemotongan anggaran program indonesia pintar yang seharusnya sampai kepada wajib penerima utuh dan tanpa pemotongan apapun, akan tetapi di lapangan kenyataannya lain.

Hasil konfirmasi dengan beberapa narsum diduga terindikasi mempermainkan juklak dan juknis tentang pembagian dan penerima anggaran yang telah sesuai dan diatur di dalam perundang -undangan yang berlaku, maka dari itu dengan masalah ini menambah coreng dan carut marutnya pendidikan yang saat ini sedang berjalan.
Seharusnya sebagai seorang pendidik harus harus dapat memberikan contoh agar kelak anak muridnya tidak melakukan hal -hal yang mengarah kepada pungli atau grativikasi.
Sedangkan dari pusat anggaran pendidikan begitu besar untuk dan agar anak generasi penerus bangsa dapat mengenyam pendidikan serta melalui anggaran program indonesia pintar senantiasa dapat memberikan spirit bagi siswa itu tersendiri
Sebagai mana hasil konfirmasi dengan sekolah SD yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Salah satu Kepala Sekolah inisial (e) memberikan keterangan kepada awak media teropong indonesia news
Pada tanggal 13/09/2023 sekiranya pada pukul 08.12.wib bahwa
yang di tugaskan oleh pihak sekolah bahwa untuk pencairan PIP adalah diduga guru honorer dan bukan guru aktip, ada apakah sampai demikian ?
Serta hasil konfirmasi kepada di duga oknum honorer (a) bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dari pimpinan .
Sudah seyogyanya sekolah di Kabupaten Sukabumi setiap hari mendapatkan pemantauan dan pengawasan dari para pihak terkait terutama disdpendik.
Serta para para staek holder dan untuk kantor pusat agar lebih selektif dalam memberikan kucuran serta aliran dana.
Dan hingga berita ini naik Kepala Sekolah SD yang di maksud belum dapat dihubungi sedangkan Tim TIN memerlukan hasil konfirmasi tambahan untuk naik berita selanjutnya.
Lipsus Jabar
A, ABDL SH.








