
Teropongindonesianews.com
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cab.Ngada (GMNI) Bonevantura Goan Melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan bahwa dirinya merasa geram dengan minimnya perhatian Pemda Manggarai terhadap kondisi jalan yang menghubungkan Kampung Lelit dan Kampung Narang.
Mwnurutnya bahwa Peningkatan infrastruktur jalan menjadi sangat penting dalam menjaga asa urat nadi perekonomian. Hal ini tidak lepas dari perannya dalam mendukung pergerakan manusia dan berpengaruh pada kegiatan distribusi dan logistik, “Jalan ini satu-satunya akses utama bagi masyarakat petani Kampung Lelit untuk melakukan aktivitas dan mencari rezeki,” Ujarnya, Kamis (17/02/2023).

Ketua GMNI Cabang Ngada yang merupakan warga Kampung Lelit ini juga Mempertanyakan Konsep Perubahan yang di kumandangkan oleh rezim H2N pada saat Kampanye di Tahun 2019, Apakah perubahan yang di maksud oleh Rezim H2N sekarang adalah Penerjemahan dari aspal yang menjadi buruk seperti yang di unggah dalam media TIN.
Beliau tegaskan bahwa rezim ini tidak bisa kita percaya dengan fakta yang terjadi, ini salah satu bukti dari banyaknya jalan yang rusak parah di Kecamatan Satarmese barat.
Beliau berharap agar kiranya Pemerintah dan DPRD punya niat baik terhadap perbaikan pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Satrmese barat atau Manggarai pada umunya.
Pada waktu yang sama Anggota DPRD manggarai Dapil Satarmese Fraksi Hanura, Thomas Edison Rihi Mone saat di hubungi oleh Awak Media TIN masih belum bisa memberikan tanggapannya, dirinya hanya menyampaikan bahwa beliau belum bisa memberikan tanggapan sebelum melihat langsung kondisi jalan tersebut dan beliau berjanji dalam pesan singkatnya melalui WhatsApp bahwa dalam waktu dekat akan melihat langsung kondisi jalan tersebut.
Pewarta: Rudolf. Editor: Santoso.








