
Oleh: Yofrinus Davianto Toyang (Mahasiswa Prodi PGSD Unita ST Paulus Ruteng
Teropongindonesianews.com
OPINI
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang bersifat formal,nonformal dan informal yang merupakan suatu wadah dari sekumpulan orang dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendirian sekolah dilakukan oleh suatu Negara maupun swasta dengan tujuan untuk memberikan pendidikan yang terorganisir dengan baik pada tingkat pendidikan formal maupun dalam bentuk sekolah Negeri atau swasta yakni dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, sekolah bertujuan untuk mengelola dan mendidik para murid melalui bimbingan yang diberikan oleh para pendidik atau Guru. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka dibutuhkan kurikulum yang kuat,baik secara infrastruktur maupun suprastruktur.
Kurikulum ini nantinya yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan seluruh kegiatan pembelajaran, khususnya interaksi antar pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Dukungan dari sarana pembelajaran sangat penting dalam membantu para peserta didik dan pendidik. Semakin lengkap dan dan memadai sarana pembelajaran yang dimiliki sebuah sekolah akan memudahkan terlaksananya suatu pendidikan. Begitu pula dengan suasana selama kegiatan pembelajaran, sarana pembelajaran harus dikembangkan agar dapat, penunjang proses belajar mengajar.
Kegiatan sekolah merupakan kegiatan terpenting dari proses pembelajaran di sekolah, dan berhasil tidaknya tujuan pendidikan sangat tergantung pada bagaimana siswa mengalami proses pembelajaran.
Salah satu factor pendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah yaitu pengelolaan sarana prasarana pendidikan yang ada di sekolah secara efektif dan efisien. Saran dan prasarana sekolah harus dikelola dengan baik dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. Sarana dan prasarana merupakan factor penting dalam menunjang kualitas belajar siswa, oleh karena itu diperlukan pengelolaan sarana dan prasaran yang baik untuk kenyamanan dan kemudahan dalam proses pembelajaran.
Sebagaiman ditetapkan dalam UU sisdiknas No.20/2003 Bab XII pasal 45 ayat 1 dijelaskan bahwa: ”setiap satuan pendidikan fprmal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, social, emosional, dan kejiwaan peserta didik”.pasal ini menekankan pentingnya saran dan prasarana dalam satuan pendidikan, sebab tanpa didukung adanya sarana dan prasarana yang relevan, maka pendidikan tidak akan berjalan secara efektif. Pendidikan di Indonesia itu sangat minim sekali terutama dalam Sarana dan prasarana, seperti halnya sarana prasarana pendidikan di berbagai sekolah di Indonesia banyak yang tidak memadai.
Masalah utama pendidikan di Indonesia saat ini adalah banyaknya sekolah yang jauh dari jangkau sarana dan prasarana yang baik, dan masih banyak memprihatinkan terutama di sekolah-sekolah terpencil yang jauh dari jangkauan jaringan masih banyak fasilitas yang kurang memadai dari segi jumlah, maupun dengan kualitasnya. Fasilitas yang kurang memadai.
Problematika sarana dan prasarana yang kerap terjadi di berbagai sekolah-sekolah yang ada di setiap daerah di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Ruang kelas
Di daerah yang jauh dari jangkauan pemrintah masih sangat banyak Ruang kelas yang bocor dan bahkan masih banyak rungan kelas yang masih didindingi dengan bambu. Kemudian jumlah ruangan kelas yang berkurang yang membuat peserta didik harus bergantian dalam menerima pengajaran dari guru. Sehingga kualitas belajar siswa tidak terjamin dan sulit untuk menghasilkan siswa yang berkualita.
2. Buku-buku pembelajaran
Ketersedian buku-buku yang kurang memadai junga sangat mempengaruhi kualitas belajar siswa, siswa sulit mencari materi yang bersumber dari buku terbitan terbaru karena kurangnya penyediaan buku oleh sekolah sehingga memperhambat kemajuan peserta didik.
3. Tenaga pendidik
Saat ini banyak sekali tenaga pendidik yang tidak mau mengajar di sekolah-sekolah terpencil yang jauh dari perkotaan dan jangkauan jaringan internet. Hal ini sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan dan sulit untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas.
4. Jaringan internet
Jaringan internet yang bagus sangat mendukung kemajuan pendidikan. Saat ini masih banyak sekolah-sekolah yang tidak dapat mengakses internet karena belum didirikan penangkal jaringan (tower) oleh pemerintah sehingga pengetahuan siswa terbatas karena tidak dapat mengupdate berita-berita terbaru dari media social. Masalah ini sangat tidak sesuai dengan program pendidikan era revormasi industry 4.0 yang berbasis digital.
Kurangnya sarana dan prasarana di setiap sekolah menjadi masalah penting dalam menunjang pendidikan. Fasilitas yang tidak memadai membuat pembelajaran disekolah kurang optimal dan sulit untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Untuk itu perlu adanya tidak lanjut dari lembaga pemerintahan maupun swastadan juga peran orang tua peserta didik.
Dalam menangani kasus ini, pemerintah sangat berperan dalam memenuhi segala kebutuhan sekolah terlebih sarana dan prasarana. Terlebih juga keterjangkauan jaringan yang optimal karena untuk menyesuaikan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman yakni dalam konsep pendidikan yang berbasis digital.
Dengan pemberdayaan fasilitas yang memadai oleh pemerintah maka dengan sendirinya akan terciptanya proses pembelajaran efektif dan efisien. Ketesedian sarana dan prasaran juga memberikan dampak yang baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas peserta didik.
Keberhasilan dalam proses pembelajaran peserta didik juga bukan semata-mata hanya untuk kepentingan dirinya sendiri melainkan juga menjadi generasi emas bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia dimana dengan terciptanya generasi yang berpengetahuan luas dan memiliki skil dalam segala hal dapat menjadikan negara indinesia sebagai negara yang memiliki kompotensi untuk bersaing dengan negara-negara lain terlebih khusus dalam bidang tekhnologi.
Maka dari itu untuk menciptakan negara yang maju tentunya dimulai dari pemberdayaan segala infrastruktu mulai dari tingkat pendidikan paud sampai dengan di perguruan tinggi. Karena kemajuan suatu negara bukan lagi ada pada para pejabat atau petinggi lainya tetapi ada dalam jiwa generasi para pemuda Indonesia.







