
Teropongindonesianews.com
Kamis, 23 Maret 2023 – Panti Santa Dymphna Yayasan Bina Daya St. Vinsensius Cabang Sikka (YASBIDA) Maumere dikunjungi umat Paroki St. Gabriel Waioti, Keuskupan Maumere. Kunjungan yang diwakili oleh Pengurus Seksi Kebangunan Rohani dan para Suster Puteri-puteri Kasih itu memiliki kesan tersendiri bagi komunitas disabilitas mental.
Ketika memasuki Aula Panti dan disambut dengan tepukan tangan meriah dan nyanyian oleh para difabel mental (Nikolaus Dawan dan Bergita Nova), mereka (para pengunjung) sangat terhenyu dan terharu. Kedua difabel mental tersebut mampu membuat para pengunjung meneteskan air mata haru melihat dan mendengar mereka melantung lagu “Oa Rika Arik Saren” (Oleh Niko) dan “Tidak hanya sejauh doa” (Oleh Nova).

“Ketika memasuki Aula ini dan menyaksi begitu banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tempat ini, kami semua terhenyu bahkan meneteskan air mata. Mereka (ODGJ) telah yakinkan kami siapa sesungguhnya Tuhan. Kami telah menemukan Tuhan yang sesungguhnya di tempat ini. Inilah Tuhan yang sesungguhnya”, demikian bapak Antonius Keban, Ketua Seksi Kebangunan Rohani, Paroki St. Gabriel Waioti, sebuah paroki pemekaran dari Paroki St. Thomas Murus, Keuskupan Maumere.
Dalam sambutannya, selaku Pimpinan Panti dan Yayasan, Sr. Lucia, CIJ menegaskan dan menggarisbawahi bahwa di Panti Santa Dymphna kita bisa menemukan Tuhan Yesus yang menderita dan tersalib selain mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan umat Paroki St. Gabriel Waioti.

“ODGJ adalah simbol wajah Yesus yang menderita dan tersalib. Di tempat ini, di Panti ini kita menemukan Yesus yang menderita dan disalibkan itu. Mungkin di antara kita adalah juga orang-orang yang turut mengambil bagian dalam memungkinkan Yesus menderita dan tersalibkan dalam diri ODGJ itu. Mungkin masa Prapaskah ini adalah saat yang tepat untuk terus merenung dan berbenah diri agar lebih berpihak dan mencintai sesasama secara lebih nyata”, demikian Sr. Lucia, CIJ alumni Stipas St. Cyrilus Ruteng itu.
Selanjutnya Sr. Lucia, CIJ mengucapkan terima kasih kepada para perawat, tenaga psikologi, pegawai dan semua karywan-karyawati. “Para perawat dan tenaga psikologi khususnya, betul-betul dengan ketabahan dan kesabaran mendampingi sama saudara/I kita ini. Di atas dasar Cinta dan Keikhlasan mereka telah melayani ODGJ dan bekerja di Panti ini. Mereka telah bekerja dengan tekun, setia, jujur dan bertanggungjawab di lembaga ini”, lanjut Sr. Lucia, CIJ yang juga adalah Bendahara YASBIDA Pusat.
“Kita mesti merasa bersalah dan meneteskan air mata tobat jika kita adalah salah seorang yang membuat Yesus menderita dan tersalibkan. Wajah Tuhan hadir dalam diri mereka (ODGJ) yang sering terpinggirkan akibat stigmatisasi sebagai pembawa aib dan manusia tak berporduktif. Kita mesti meneteskan air mata penyesalan dan tobat mendalam, jika kita sering membuat sesama terutama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terdiskriminasi karena perlakukan yang tak adil”, demikian Dionisius Ngeta, Koordinator Umum Panti/Yayasan.

“Ingat…! Mereka sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Mereka sama-sama memiliki hak-hak sebagai manusia. Mereka sama-sama memiliki harkat dan martabat sebagai manusia yang layak dilayani dan dihormati apapun kondisi dan situasi fisik-mentalnya”, tegas pak Dion, alumni IFTK Ledalero itu.
Sebelum meninggalkan Aula Panti Santa Dympha dilakukan penyerahan sumbangan secara simbolik kepada Pimpinan Panti oleh Ketua Seksi Kebangunan Rohani bapak Antonius Kebang. Selanjutnya foto-foto bersama dengan ODGJ panti, menari sambil menyanyikan bersama lagu Injit-Injit Semut yang dimotori oleh Ridfan (difabel mental ) dan lagu “Dalam Yesus Kita Bersuadara” oleh Yulianti (difabel mental).
Dilaporkan oleh Dionisius Ngeta,
Koordinator Umum Panti/Yayasan.
Editor : Budhi








