
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Jum’at, 24/03/2023. Sarana transportasi laut merupakan akses penting bagi masyarakat, yang mempunyai kegiatan antar pulau.
Seperti halnya pelabuhan jangkar yang melayani penyeberangan menuju pulau raas, sepudi, kangean, dan kalianget yang berada di kepulauan madura.
Aktivitas penyeberangan menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi sebagian aktivitas masyarakat terutama di bidang perekonomian.

Namun sangat di sayangkan kegiatan perekonomian di pelabuhan penyeberangan Jangkar di nodai dengan Praktek Percaloan Tiket kapal oleh oknum oknum masyarakat biasa mulai dari Tukang Bentor, petugas kebersihan WC, hingga petugas ASDP dan petugas petugas lainnya yang berada di kapal.
Dalam investigasi tim LBH Cakra di pelabuhan Jangkar, menemukan korban bernama Anang dan Uki warga Singojuruh Banyuwangi yang gagal berangkat lantaran tidak mendapat tempat dalam kapal menuju pulau Kangean, padahal sudah membeli tiket seminggu sebelumnya kepada petugas ASDP bernama Andi melalui Tukang Bentor bernama Endin, tegas anggota LBH Cakra berinisial ( R ), yang di sampaikan kepada Awak media Teropong Indonesia News.

Dalam menyikapi kejadian ini, Ketua LBH Cakra Situbondo mengecam keras terhadap praktek praktek percaloan tersebut yang sangat merugikan masyarakat pengguna dan mencoreng nama baik pelabuhan penyeberangan Jangkar.
Ketua LBH Cakra Situbondo, Agus Ariyanto meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), Babinsa Koramil Jangkar, Babinkamtibmas Jangkar, Polair, TNI AL, Syahbandar, Petugas ASDP, DDU, untuk tidak membiarkan Praktek Percaloan Tiket dan Tempat di Kapal, yang merugikan calon penumpang dan mencemari nama baik Pelabuhan.
Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa dalam Waktu dekat akan bersurat kepada Dishub Propinsi dan Gubernur Jawa Timur, Tegas Agus.
Pewarta : BiroTINsitubondo




