
Teropongindonesianews.com
Hampir sepekan sudah kedua korban kecelakaan lalulintas atas nama Fajjaron Afta Maulana dan Pitri Ramadani terbaring lemas di Rumah sakit Budi Kemuliaan (RSBK) yang berada di Jl Budi Kemuliaan No.1 Kampung Seraya kota Batam Kepulauan Riau, saat ini sudah terlihat membaik pasca menjalani beberapa operasi.
Nasib naas yang menimpa kedua remaja ini Terjadi pada Hari Selasa tanggal 9 bulan mei 2023 sekira pukul 23.15 WIB di Jalan Umum Laksamana Bintan dekat Wisco Gallery Kec. Batam Kota – Kota Batam.
Tabrakan Antara Kendaraan Sepeda motor GENIO BP 3058 RC warna coklat yang dikendarai oleh saudara Fajjaron afta Maulana dengan menggunakan helm dan membawa satu penumpang saudari Pitri Ramadani.
Mereka berdua sedang melewati jalan Simpang Frengky hendak menuju kearah PT Panasonic, sesampainya di dekat Wisco Gallery Meraka bertabrakan dengan Kendaraan Mobil Toyota Fortuner BP 1 S warna putih yang dikemudikan oleh Marlon Sinaga yang datang dari arah Panasonic hendak menuju ke arah Simpang Frengky.
Akibat dari kecelakaan di jalan umum tersebut Fajjaron afta Maulana harus menjalani operasi karena mengalami kerusakan pada hati dan usus sehingga harus diangkat sebagian,
tak cukup sampai disitu, fajjaron afta Maulana yang biasanya akrap di sapa Fajjaron ini juga harus melakukan perawatan pada tulang lengan kanan nya yang patah, Sedangkan pitri Ramadani juga diberikan penanganan serius terhadap luka yang terdapat di bagian kepala sebelah kiri.
Dari hasil investigasi dan informasi yang di himpun awak media, Mobil Toyota Fortuner BP 1 S warna putih yang di duga mobil dinas sekda Anambas Sahtiar, saat mengantar kedua korban ke RSBK pada malam kejadian sebenarnya mempunya plat berwarna merah namun anehnya setelah itu berubah menjadi plat hitam.
Menurut Amirullah selaku wakil ketua kadin kota Batam yang juga ketua persatuan pemuda Inhil (PPI) provinsi Kepri sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Pitri Ramadani yang sebenarnya adalah keponakan yang paling dia sayangi ini.
Amirullah mengatakan kalau sampai saat ini sopir dan pemilik mobil belum menunjukan itikat baiknya kepada kami, khususnya kepada kedua korban yang sedang mengalami cedera serius sehingga tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan baik saat ini dan masa pemulihan nanti.
Amirullah menambahkan, jangan dikarenakan beliau adalah seorang pegawai sekda Anambas dan menggunakan mobil dinas, lantas saat terjadi musibah mereka biarkan begitu saja tanpa ada tanggung jawab nya.
Masih Amirullah meminta kepada pihak terkait khususnya kabid pemeliharaan aset daerah untuk menarik mobil tersebut karena patut diduga mobil Toyota Fortuner BP 1 S warna putih tersebut tidak sedang di gunakan pada acara kedinasan, dan terkesan ada niat yang tidak baik ketika ditemukan adanya dua plat yang digunakan pada waktu tertentu.
Lagi pula status sopir yang saat itu membawa mobil atas nama Marlon Sinaga ini, apakah beliau sopir dari kantor kepegawaian pemerintahan kabupaten Anambas atau sopir pribadi sekda.
Hal ini penting untuk di perhatikan jika memang benar mobil tersebut adalah mobil dinas sekda Anambas, karena sejatinya mobil tersebut adalah milik negara yang di peruntukan kepada penyelenggara negara dan digunakan untuk kepentingan tugas negara sehingga pihak pihak yang terlibat dalam fasilitas tersebut memiliki hak dan tanggung jawabnya, termasuk jika terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada kendaraan tersebut ujar Amirullah.
Bapak Sahtiar selaku sekda Anambas saat di konfirmasi dan di klarifikasi prihal keberadaan dan kejadian tersebut melalui WhatsApp, sampai berita ini di terbitkan tidak memberikan tanggapan alias bungkam.
Pewarta: Meli/team. Editor: Santoso.








